Jusuf Kalla: Masjid Harus Jadi Pusat Kegiatan Sosial Masyarakat serta Kemajuan Bersama
KABARINDO, TANGERANG - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla alias JK, menegaskan, masjid harus bisa menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat. Tanpa fungsi tersebut, masjid hanya akan menjadi tempat ibadah semata.
"Dewasa ini, masjid juga harus menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat ibadah yang memang menjadi kewajiban dan fungsi utamanya," kata Jusuf Kalla usai menghadiri Peresmian Masjid Baitul Mukhtar BSD, Tangerang, Banten, Jumat, 29 Agustus 2025.
JK menambahkan, masjid juga harus memiliki fungsi optimal untuk memajukan masyarakatnya. Bagi JK, tanpa kemajuan bersama, menjadi salah satu ukuran tidak optimalnya fungsi sebuah masjid.
"Makanya kita harapkan masjid dilegkapi dengan sarana-sarana beragama seperti pengajian, pendidikan dan juga kajian-kajian masyarakat," ujarnya lagi.
"Kita harus memajukan masyarakatnya, dari sisi pendidikan, spirit masyarakat serta ekonomi masyarakatnya," imbuhnya.
Wakil Presiden ke 10 dan 12 ini memaparkan, jika masjid selalu menjadi bahagian kehidupan umat Islam. Dengan setidak-tidaknya ditempati beribadah sebanyak 35 kali dalam satu pekan. Tak heran, jika masjid selalu ramai dari subuh hingga malam hari.
Dengan jumlah masjid terbanyak di dunia, JK bangga melihat kemajuan tersebut. ia menilai, masjid berjembang pesat di Indonesia karena faktor keimanan dan keisalaman masyarakat makin bertambah. Hal itu terlihat pada banyaknya kajan dan pengajian pengajian di masyarakat.
"Selain itu, antrian haji yang tumbuh hingga 40 tahun di banyak daerah juga salah satu ukurannya," sebutnya lagi.
Sebab itu, JK mengingatkan kepada kepada tiga komponen utama untuk memakmurkan masjid. Yakni pendiri masjid, pengurus masjid dan jamaah masjid. "Tanpa tiga unsur itu maka tidak akan terwujud upaya memakmurkan masjid," pungkas JK.
Comments ( 0 )