Keren, Semakin Dipercaya Pabrikan Mobil Kinerja IPCC Melejit
CEO IPCC Sugeng Mulyadi. (FOTO : DOK.)
_____
JAKARTA -- PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) tetap konsisten menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan para pengguna jasa melalui pertumbuhan kinerja operasional yang berkelanjutan. Hal ini tercermin dari capaian kunjungan kapal konsolidasi yang mencapai 593 call atau meningkat 111 kunjungan secara tahunan (YoY), setara dengan pertumbuhan sebesar 23,06%.
Selain itu, pertumbuhan paling menonjol juga terlihat pada segmen kargo Truck/Bus yang mencatatkan peningkatan sebesar 50,61% YoY atau bertambah 17.062 unit dibandingkan periode sebelumnya. Secara keseluruhan, kinerja operasional konsolidasi terminal kendaraan yang meliputi CBU, alat berat, serta Truck/Bus tumbuh sebesar 13,53%, mencerminkan tren positif dalam aktivitas layanan terminal kendaraan yang dikelola perusahaan.

Peningkatan tersebut didukung oleh penguatan sistem operasional berbasis digital melalui implementasi PTOS-C, yang menjadi platform terintegrasi dalam pengelolaan operasional terminal internasional maupun domestik. Penerapan sistem ini berperan penting dalam meningkatkan efektivitas layanan, mempercepat proses operasional, serta memberikan visibilitas yang lebih baik bagi para pengguna jasa.
Transformasi digital yang dijalankan perusahaan juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan.
“Transformasi digital melalui implementasi PTOS-C merupakan bagian penting dari strategi kami dalam membangun sistem operasional terminal kendaraan yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Melalui penguatan platform digital ini, kami tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi para pengguna jasa, tetapi juga memastikan bahwa IPCC mampu menghadirkan operasional yang adaptif, andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik otomotif yang terus berkembang,” ungkap Sugeng Mulyadi, dikutip Jumat (13/3/2026).
Pertumbuhan aktivitas ekspor kendaraan turut menjadi salah satu pendorong penguatan kinerja operasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), khususnya pada segmen kargo Completely Built Up (CBU). Hingga Februari 2026, perusahaan mencatatkan penanganan sebanyak 62.630 unit CBU, meningkat sekitar 35% secara tahunan (YoY).
Capaian ini sekaligus menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi industri otomotif yang mendapat kepercayaan pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar pada periode tersebut, mencapai 11.672 unit kendaraan. Secara keseluruhan, pada segmen kargo CBU konsolidasi IPCC berhasil melayani 139.480 unit kendaraan, meningkat 5.895 unit atau tumbuh sekitar 4,41% YoY. Pertumbuhan ini menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan berkelanjutan dalam aktivitas layanan terminal kendaraan yang dikelola perusahaan.

Kinerja positif tersebut juga tercermin dari capaian operasional IPCC selama dua bulan pertama tahun 2026 yang secara konsolidasi berhasil menangani 195.729 unit kargo kendaraan, terdiri dari CBU, truck/bus, serta alat berat. Jumlah tersebut meningkat 23.319 unit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan aktivitas logistik otomotif yang terus berkembang.
“Peningkatan kinerja operasional pada awal tahun ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan terminal kendaraan yang kami jalankan secara konsisten. Pertumbuhan pada segmen CBU serta peningkatan volume kargo secara konsolidasi menunjukkan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung kelancaran distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC.
Sebagai bagian dari ekosistem Pelindo Group di bawah pengelolaan Sub Holding Multi Terminal atau PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), IPCC menjalankan peran strategis dalam pengelolaan terminal kendaraan yang berfokus pada layanan kargo non-petikemas atau multipurpose. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik internasional serta perubahan kebijakan nasional yang turut mempengaruhi lanskap perdagangan dan logistik global.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, IPCC terus memperkuat kapabilitas operasional dan menjaga konsistensi kinerja guna memenuhi ekspektasi pemegang saham sekaligus mempertahankan kontribusinya terhadap pertumbuhan industri logistik otomotif nasional sepanjang tahun 2026.
Dalam upaya memperkuat kualitas layanan dan menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, IPCC secara konsisten memperkuat lini operasionalnya melalui standarisasi lima terminal satelit. Hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan terminal kendaraan yang lebih merata, adaptif, dan efisien, yang didukung oleh sistem operasional terintegrasi berbasis digitalisasi. Langkah tersebut turut mendorong peningkatan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan. Pada layanan kargo truk dan bus, IPCC mencatat pertumbuhan paling signifikan sebesar 50,61% secara tahunan (YoY), seiring meningkatnya aktivitas sektor pertambangan domestik yang terdorong oleh implementasi kebijakan hilirisasi industri sumber daya mineral.
Di sisi lain, program pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berfokus pada penguatan swasembada pangan—melalui peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan lahan sawah baru, serta hilirisasi sektor pertanian—juga turut meningkatkan kebutuhan alat produksi dan sarana angkut yang distribusinya dilayani melalui terminal kendaraan yang dikelola IPCC.
Sejalan dengan penguatan peran perusahaan dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan, layanan kargo alat berat turut mencatatkan kinerja positif dan menjadi kontributor terbesar kedua bagi aktivitas operasional perusahaan. Hingga Februari 2026, penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 5.477 unit, meningkat 7,08% YoY atau bertambah 362 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini sekaligus mencerminkan kontribusi IPCC dalam mendukung pengembangan ekosistem hilirisasi sektor pertambangan yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah. “Pertumbuhan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan ini menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan bisnis yang dijalankan IPCC mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif. Melalui penguatan jaringan terminal, optimalisasi sistem operasional terintegrasi, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kami optimis IPCC dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang semakin kompetitif,” ucap Endah Dwi Liesly Sekretaris Perusahaan IPCC
Comments ( 0 )