Pemuda Hidayatullah Bela Jusuf Kalla, Ingatkan Publik Jangan Terjebak Potongan Video

Pemuda Hidayatullah Bela Jusuf Kalla, Ingatkan Publik Jangan Terjebak Potongan Video

KABARINDO, JAKARTA  -   Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Haniffudin Chaniago, menanggapi polemik yang muncul terkait pidato mantan Wakil Presiden RI dua periode, HM Jusuf Kalla (JK), di Universitas Gadjah Mada pada 5 Maret 2026. Melansir dari suaraislam.com, pada Selasa 14 April 2026.

Polemik ini mencuat setelah sejumlah pihak melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya. Menurut Haniffudin, dinamika yang berkembang di masyarakat harus disikapi dengan hati-hati, dengan memahami konteks pidato secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa Pemuda Hidayatullah memberikan dukungan penuh kepada Jusuf Kalla atas kontribusinya menjaga persatuan bangsa. “Dukungan dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Jusuf Kalla atas kontribusi dan peran beliau selama ini dalam mengupayakan dan menjaga persatuan bangsa,” kata Haniffudin dalam keterangannya, Selasa pagi 14 April 2026.

Haniffudin juga mengingatkan rekam jejak JK dalam menyelesaikan konflik sosial di Indonesia. Ia menyinggung peran JK dalam perdamaian Aceh, konflik Ambon dan Poso melalui Perjanjian Malino I dan II, serta kiprahnya sebagai mediator perdamaian Afghanistan sejak 2017.

“Kegigihan dan kesuksesan beliau dalam mengupayakan perdamaian adalah bukti kenegarawanan dan komitmen beliau terhadap keutuhan dan keharmonisan bangsa,” ujarnya.

Terkait pidato di UGM, Haniffudin menilai penyampaian JK harus dipahami secara utuh agar tidak terjadi distorsi makna. Ia menjelaskan bahwa JK saat itu menceritakan pengalaman ketika menjadi mediator konflik sosial bernuansa SARA di Ambon dan Poso.

Dalam penjelasan tersebut, JK menggambarkan kondisi psikologis dua kelompok yang bertikai. “Dalam pidato tersebut disampaikan adanya keyakinan dua pihak yang berkonflik, yang menganggap bahwa membunuh dan dibunuh dalam konflik tersebut adalah ‘syahid’,” kata Haniffudin mengutip isi pidato yang menjadi polemik. (Sha)