TVRI Papua Barat Upayakan Siaran Piala Dunia 2026

TVRI Papua Barat Upayakan Siaran Piala Dunia 2026

KABARINDO, JAKARTA - Televisi Republik Indonesia (TVRI) Papua Barat mengupayakan agar siaran Piala Dunia 2026 dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang hingga kini belum terkoneksi dengan jaringan internet atau kawasan blank spot.

Kepala Stasiun TVRI Papua Barat Lenny Sinay di Manokwari, Selasa, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim teknis TVRI Pusat agar memperoleh izin penggunaan satelit dalam menyiarkan 104

Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan tujuh satuan transmisi yang tersebar di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya untuk mendukung kelancaran siaran sepak bola selama pelaksanaan Piala Dunia 2026.

Dari jumlah itu, empat transmisi berlokasi di Papua Barat, yaitu Kabupaten Manokwari, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Fakfak, sedangkan tiga transmisi lainnya berada di Papua Barat Daya, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong Selatan dan Raja Ampat.

"Tiga transmisi sudah digital, sedangkan empat lainnya analog. Tapi kami dapat bantuan dua transmisi 500 watt untuk Fakfak dan Raja Ampat," ujarnya.

Lenny menyebut bahwa, sosialisasi penggunaan antena UHF (ultra high frequency) untuk mengakses sinyal televisi digital terus dilakukan secara tatap muka dari rumah ke rumah, maupun melalui kanal media sosial TVRI Papua Barat.

Masyarakat yang memiliki televisi analog disarankan menambah alat set top box yang berfungsi mengubah sinyal analog menjadi digital agar dapat menyaksikan Piala Dunia 2026 melalui siaran TVRI Nasional dan TVRI Sports.

"Kami juga sudah selenggarakan road show bersama dengan RRI Manokwari," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan fun walk ataupun road show akan diselenggarakan satu kali sebelum Piala Dunia 2026 dengan target sosialisasi menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Masyarakat diimbau terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui QR Code yang ditampilkan pada siaran TVRI setiap saat, sekaligus memilih kategori siaran nonton bareng non-komersil atau komersil seperti kafe, restoran, dan hotel.

"Kami juga sedang berkomunikasi dengan masing-masing pemerintah daerah agar bisa mengadakan nonton bareng saat pembukaan Piala Dunia," ujarnya.

Piala Dunia.

"Sekarang teman-teman teknis lagi bekerja keras, supaya bisa gunakan satelit. Sekitar 25 persen daerah blank spot yang tidak bisa dijangkau lewat pemancar," kata Lenny.