Danantara "Guyur" Pasar, Analis: IHSG Berpotensi Bullish, Saatnya Borong Saham Fundamental?
Gedung Bursa Efek Indonesia. (FOTO : ISTIMEWA).
_______
JAKARTA – Kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di pasar modal Indonesia membawa angin segar di tengah fluktuasi global. Langkah strategis ini dinilai sebagai sinyal kuat bagi investor untuk kembali masuk ke saham-saham dengan valuasi atraktif dan fundamental kokoh.
Hingga pukul 11:30 WIB hari ini (3/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melesat 1,6%. Arus modal asing (foreign inflow) diyakini mulai kembali membanjiri lantai bursa seiring meningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Analis Dupoint Indonesia, Lukman Hqeem, menyebut momentum ini adalah waktu yang tepat bagi investor untuk melakukan akumulasi.
“Pasar saham akan membaik. Investor semakin optimistis karena BEI dan pemangku kepentingan terlihat lebih serius membenahi struktur pasar,” ujar Lukman, Selasa (3/2/2026).
Senada dengan hal tersebut, CIO BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengingatkan investor agar tidak terjebak dalam kepanikan jangka pendek. Ia menekankan pentingnya melihat kinerja emiten secara objektif.
“Investasi itu harus berpikir medium to long-term. Fokus pada fundamental kinerja emiten, jangan hanya melihat short-term,” tegas Pandu.
Pemerintah pun pasang badan untuk menjaga stabilitas pasar. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa pemerintah bersama OJK dan BEI tengah memperketat pengawasan perdagangan.
Langkah-langkah yang disiapkan meliputi:
1. Pemantauan transaksi tidak wajar secara real-time.
2. Penegakan aturan keras terhadap praktik manipulasi pasar.
3. Penguatan komunikasi pasar yang transparan dan cepat.
“Perlindungan investor dan stabilitas pasar menjadi prioritas utama kami,” ungkap Luhut. Dengan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pelaku pasar, optimisme IHSG menuju level baru di tahun 2026 semakin nyata.
Comments ( 0 )