Khawatir Konflik Meluas, Para Perempuan Estonia Belajar Bertarung

Khawatir Konflik Meluas, Para Perempuan Estonia Belajar Bertarung

KABARINDO, PADISE – Jumlah perempuan yang mengikuti latihan paramiliter di Estonia semakin bertambah akibat kekhawatiran mereka akan konflik Ukraina yang mereka anggap dapat meluas.

Lima ratus pelamar baru yang berusia 20 hingga 60 tahun bergabung ke Organisasi Pertahanan Sukarela Wanita, bagian dari pertahanan paramiliter yang dikelola negara Estonia sejak pertempuran di Ukraina dimulai, menambah kekuatan menjadi 3.200 anggota.

“Jika saya benar-benar diperlukan untuk bertarung, saya akan bertarung, sekonyol kedengarannya pada tahun 2022,” kata wanita yang melakukan pelatihan, Kristel Eriks, 41 tahun, yang merupakan agen perjalanan yang tinggal di Norwegia.

Perdana Menteri Estonia Kaja Kalas mengatakan pada hari Selasa (22/3) bahwa negaranya tidak merasakan ancaman militer langsung, tetapi para wanita di pelatihan itu tidak begitu yakin.

"Karena situasi di Ukraina, saya ingin siap dalam situasi krisis apa pun," kata Merle Vimb, 38, yang sedang cuti hamil untuk anak keduanya. "Saya kebanyakan sendirian dengan anak-anak saya, dan saya harus siap menghadapinya sendiri." Vimb bergabung pada bulan Maret setelah melihat iklan di Facebook.

Di pelatihan itu, para perempuan itu mempelajari pertolongan pertama dan keterampilan militer. Mereka belajar cara kerja senapan, mengaplikasikan kamuflase ke wajah mereka, membangun tenda-tenda sendiri di tengah bekunya malam di Estonia, serta bernavigasi di hutan.

Perlindungan NATO

Negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia dan Lithuania, pernah di bawah kekuasaan Moskow, tetapi mereka kemudian menjadi anggota NATO dan Uni Eropa sejak 2004.

Berbeda dengan Ukraina, negara-negara Baltik itu menikmati perlindungan timbal balik dari Perjanjian NATO, yang menyatakan bahwa semua anggota akan membantu mereka jika mereka diserang.

Pesawat sekutu NATO dikerahkan untuk berpatroli di langit negara-negara Baltik, termasuk dari pangkalan udara Amari, 10.5 kilometer dari ibu kota Estonia, Padise.

***(Sumber dan foto: Reuters)