Jangan Panik IHSG Anjlok 7%, Menkeu Purbaya Sebut Waktu Tepat Borong Saham
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (FOTO : DOK.ANTARA)
________
JAKARTA -- Pasar modal Indonesia sedang mengalami guncangan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam 7,34 persen ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1/2026).
Penyebab utamanya adalah langkah mendadak Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia. Keputusan ini memicu aksi jual masif, terutama dari investor asing.
Meski pasar sedang bergejolak, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor untuk tetap tenang. Menurutnya, penurunan ini hanyalah reaksi sesaat atau shock pasar.
"Minggu depan lah Anda lihat minggu depan akan balik. Karena fondasi ekonomi betul-betul kita perbaiki dengan serius," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pemerintah, lanjut Purbaya, bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Menkeu telah berkoordinasi dengan Ketua OJK guna memastikan seluruh laporan MSCI tuntas sebelum tenggat waktu Mei 2026.
Purbaya menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi saat ini berada di jalur yang benar. Penurunan harga saham akibat sentimen MSCI dinilai sebagai peluang emas bagi investor.
“Jadi kalau bursa saham jatuh gara-gara itu, dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum bulan Mei, harusnya sekarang a good time to buy,”ungkapnya.
Sedangkan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menegaskan investor tak perlu panik dengan fluktuasi pasar saat ini .
BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas pasar.
Comments ( 0 )