Masyarakat Didorong Makin Cinta Rupiah, Gunakan Produk Lokal & Rawat Uang
Masyarakat Didorong Makin Cinta Rupiah, Gunakan Produk Lokal & Rawat Uang
KABARINDO, BANDUNG – Masyarakat didorong untuk makin mencintai Rupiah dengan menggunakan produk dalam negeri dan merawat uang kertas agar memiliki masa guna yang lama.
Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, dalam kegiatan "Capacity Building 2026" yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Bandung pada Sabtu (14/2/2026).
Ia mengatakan, kecintaan terhadap mata uang dan produk dalam negeri menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Tingginya konsumsi barang impor turut memberi tekanan terhadap Rupiah. Ketika masyarakat membeli produk luar negeri seperti ponsel, barang elektronik serta barang mewah sepeti tas, sepatu dan pakaia, maka transaksi dilakukan dengan mata uang asing.
Menurut Rifki, salah satu langkah konkrit yang perlu dilakukan masyarakat adalah meningkatkan rasa bangga dan preferensi terhadap produk dalam negeri. Jika masyarakat Indonesia memperkuat penggunaan produk lokal, ketergantungan terhadap barang impor dapat ditekan. Hal ini akan mengurangi permintaan terhadap valuta asing dan membantu menjaga kestabilan Rupiah serta membuat ekonomi Indonesia akan semakin solid.
“Jika masyarakat cinta Indonesia, selayaknya membeli dan menggunakan produk lokal serta mengurangi penggunaan barang impor. Maka ketergantungan terhadap luar negeri akan berkurang dan Rupiah akan lebih kuat," ujarnya.
Rifki menambahkan, Rupiah adalah mata uang dan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Karena itu, setiap transaksi di Indonesia wajib menggunakan Rupiah, meskipun dilakukan oleh orang asing. Jika tidak menggunakan Rupiah, maka dianggap ilegal.
BI juga konsisten dalam upaya meningkatkan rasa cinta, bangga dan paham (CBP) Rupiah dengan terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya merawat uang kertas Rupiah, agar masa gunanya bertahan lama.
“Kami meluncurkan kampanye CBP sejak 2021 untuk mengedukasi masyarakat yang menyasar mulai anak-anak hingga orang dewasa. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk merawat uang dengan baik, dengan tidak melipat uang kertas, mencoret-coret ataupun men-steples uang, juga menjaga jangan sampai robek,” terang Rifki.
Ia menyadari hal ini tentu membutuhkan waktu dan proses. Namun ia melihat hasilnya cukup efektif, karena semakin banyak masyarakat yang bangga, cinta dan paham Rupiah.
.
Comments ( 0 )