Ephorus HKBP Temui Jusuf Kalla, Bahas Toleransi dan Isu Ceramah UGM

Ephorus HKBP Temui Jusuf Kalla, Bahas Toleransi dan Isu Ceramah UGM

KABARINDO, JAKARTA -- Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Victor Tinambunan, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi tokoh nasional Jusuf Kalla atas keterbukaan dan perannya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Victor kepada wartawan usai melakukan silaturahmi dengan Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Victor mengungkapkan bahwa salah satu topik yang dibahas adalah polemik ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menegaskan telah mendengarkan secara utuh isi ceramah tersebut dan menilai tidak terdapat unsur penistaan terhadap agama Kristen.

“Saya sudah memahami secara menyeluruh dan tidak melihat adanya unsur penistaan agama Kristen. Karena itu, sebelumnya saya juga telah mengimbau pelayan dan jemaat HKBP agar tidak terprovokasi,” ujar Victor.

Victor menambahkan, pihaknya juga meminta pandangan dan masukan dari Jusuf Kalla terkait upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah dinamika masyarakat. Menurutnya, peran tokoh berpengalaman seperti Jusuf Kalla sangat penting, mengingat rekam jejaknya dalam menyelesaikan konflik di sejumlah daerah di Indonesia.

Ia menyinggung keberhasilan Jusuf Kalla dalam menangani konflik di Ambon, Poso, dan Aceh sebagai bukti kapasitasnya dalam membangun perdamaian.

Selain itu, Victor menyampaikan bahwa HKBP yang memiliki jemaat di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Bekasi, dan Banten, merasakan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Kami bangga hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, di mana umat Kristen dapat beribadah dengan baik. Kami juga mengapresiasi sikap toleran dari mayoritas umat Muslim,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kecil hambatan dalam pelaksanaan ibadah di beberapa daerah. Oleh karena itu, HKBP berharap adanya langkah konkret untuk memastikan kerukunan antarumat beragama terus terjaga.

“Kerukunan adalah kunci kemajuan bangsa. Karena itu, kami berharap ke depan situasi ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan,” ujar Victor.