DMITV Sambut Kunjungan Pelajar SMK Infokom Bogor, Bekali Wawasan Media di Era Digital
DMITV.id, JAKARTA — Dewan Masjid Indonesia Televisi (DMITV) menerima kunjungan edukatif dari 50 siswa SMK Infokom Bogor di Gedung DMI Pusat, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (27/1/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia penyiaran dan media digital secara langsung kepada generasi muda.
Rombongan siswa disambut oleh jajaran pimpinan DMITV, di antaranya Direktur Utama DMITV Buyung Wijaya Kusuma dan Pemimpin Redaksi DMITV Gatot Widakdo. Dalam sesi pemaparan dan diskusi, para siswa mendapatkan gambaran komprehensif mengenai perkembangan teknologi media massa, transformasi televisi di era digital, hingga perjalanan berdirinya DMITV.

Direktur Utama DMITV Buyung Wijaya Kusuma, yang juga memiliki pengalaman panjang di media nasional Harian Kompas, menekankan bahwa daya saing di industri media tidak semata-mata ditentukan oleh ijazah akademik, melainkan oleh proses belajar yang konsisten serta kesungguhan dalam mengasah keterampilan.
“Dalam sistem kerja dan rekrutmen yang sehat, yang dinilai bukan hanya gelar, tetapi pengalaman, rekam jejak, apa yang pernah dikerjakan, dan keahlian nyata yang dimiliki seseorang,” ujar Buyung dalam sambutannya.
Ia mencontohkan pengalamannya di Kompas TV, di mana sejumlah pekerja media direkrut tanpa latar belakang pendidikan sarjana. Alasan utamanya adalah karena mereka memiliki kemampuan teknis yang mumpuni dan dikenal luas di kalangan produser berkat kualitas karya yang dihasilkan.
“Keistimewaan itu tidak datang tiba-tiba. Mereka lahir dari proses belajar yang serius—terutama dalam penguasaan teknis seperti editing dan pemahaman visual. Inilah yang kemudian menjadi nilai jual dan membuka banyak peluang,” tambahnya.

Menurut Buyung, dalam industri kreatif dan media, reputasi dan kualitas karya kerap berbicara lebih lantang daripada sekadar titel. Editor atau kreator yang memiliki ciri khas dan kualitas konsisten akan selalu dicari, ke mana pun mereka melangkah.
Ia pun mendorong para siswa untuk terus memotivasi diri, tetap fokus, konsisten, dan terbuka terhadap perkembangan zaman.
“Dunia kreatif hari ini berkembang sangat cepat. Lihatlah para kreator di YouTube, TikTok, dan platform digital lainnya. Mereka membuktikan bahwa kreativitas bukan soal latar belakang, tetapi tentang ketekunan, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar,” tegasnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi DMITV Gatot Widakdo memaparkan secara rinci proses kerja dan transformasi DMITV sebagai televisi dakwah di era digital. Ia menjelaskan bahwa DMITV lahir dari semangat untuk menghadirkan media yang edukatif, inspiratif, dan bebas dari hoaks.
“Awalnya bernama Tawaf TV, yang dikembangkan sejak 2018–2019. Media ini hadir sebagai televisi berbasis nilai dan edukasi, mengudara melalui platform TV berbayar dan IPTV,” jelas Gatot.
Seiring waktu, pada Desember 2024, terjadi perubahan kepemilikan dan afiliasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Dari sinilah Tawaf TV bertransformasi menjadi DMITV, dengan peran yang semakin kuat dalam menyebarluaskan kegiatan, pemikiran, dan syiar Dewan Masjid Indonesia.

Saat ini, DMITV mengudara selama 24 jam melalui layanan streaming online dan didukung oleh tim yang solid, terdiri dari content creator, editor video, desainer grafis, motion graphic artist, hingga reporter lapangan. Seluruh proses produksi dilakukan secara terstruktur untuk menjaga kualitas tayangan.
DMITV juga menghadirkan beragam program unggulan, seperti Kantin Masjid, Apa Kabar DMI, DMI Talk, Icip-icip Halal, Ruang Remaja, Cerita Ramadan, Ensiklopedia Masjid, Suara Masjid, Syiar Masjid, hingga Jejak Kebaikan JK yang mengangkat pemikiran dan kiprah Jusuf Kalla sebagai tokoh masjid dan perdamaian.
Melalui kunjungan ini, DMITV berharap dapat menumbuhkan minat, wawasan, serta semangat generasi muda untuk terjun ke dunia media dan penyiaran yang kreatif, beretika, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat dan umat.
Comments ( 0 )