Catat Ini yang Wajib Dipatuhi PPIH Arab Saudi, Termasuk Bersosmed

Catat Ini yang Wajib Dipatuhi PPIH Arab Saudi, Termasuk Bersosmed
Catat Ini yang Wajib Dipatuhi PPIH Arab Saudi, Termasuk Bersosmed

Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo. (FOTO/ISTIMEWA).

__________

JAKARTA – Petugas haji merupakan representasi negara di Tanah Suci. Selama menjalankan tugas, setiap petugas wajib menjaga sikap, profesionalisme, dan integritas.

Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, mengatakan bahwa hadirnya negara dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji terlihat dari pelayanan terbaik yang diberikan kepada jemaah haji.

“Petugas haji harus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Anda adalah wajah negara Indonesia di Arab Saudi. Seragam yang dikenakan dengan lambang Merah Putih harus dijaga kehormatannya. Jangan sampai membuat malu, justru tunjukkan bahwa Anda mampu melayani dengan sebaik-baiknya,” tegas Chandra saat memberikan pembekalan dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dikutip Selasa (13/1/2026).

Dia mengingatkan bahwa seragam merupakan identitas petugas yang wajib digunakan selama bertugas. Oleh karena itu, petugas haji tidak diperkenankan untuk sembarangan melepas seragam.

“Seragam hanya boleh dilepas saat beristirahat di dalam kamar. Di luar itu, seragam harus tetap dikenakan,” ujarnya. Chandra juga menyampaikan beberapa hal penting kepada para peserta Diklat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji diantaranya :

Kuasai Wilayah dan Siap Lebih Awal

Dalam menjalankan tugas, Chandra meminta setiap petugas memahami secara menyeluruh daerah kerja masing-masing, baik di Daerah Kerja (Daker) Makkah, Madinah, Bandara, maupun sektor-sektor layanan lainnya.

Selain itu, petugas diminta siap di lokasi tugas minimal satu jam sebelum jemaah tiba serta memahami setiap amanah yang diberikan.

“Petugas tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kekompakan adalah kunci. Kelancaran tugas sangat ditentukan oleh komunikasi dan koordinasi, baik antar sektor maupun antar daerah kerja,” jelasnya.

Chandra juga menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh peserta diklat merupakan SDM profesional hasil seleksi ketat Kementerian Haji dan Umrah.

“Anda adalah orang-orang terpilih. Tidak mudah merekrut petugas dari ribuan pendaftar untuk melayani sekitar 221.000 jemaah haji Indonesia,” tambahnya.

Siap Ditempatkan di Mana Saja

Selain itu, Chandra menjelaskan bahwa seluruh peserta diklat akan dibagi ke dalam berbagai layanan dan daerah kerja sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, setiap petugas dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas sesuai dengan daerah penugasannya.

“Petugas tidak boleh memilih layanan maupun lokasi penugasan. Semua harus siap ditempatkan di mana saja,” tegasnya.

Bijak Bermedia Sosial

Chandra juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial (sosmed) selama bertugas di Arab Saudi.

“Situasi di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia. Aktivitas media sosial dipantau ketat. Jangan membuat konten negatif yang justru merugikan diri sendiri dan institusi,” pesannya.

Ikhlas Melayani dan Jaga Integritas

Selain profesionalisme, Chandra menekankan pentingnya keikhlasan dalam melayani jemaah. “Jika ditegur jemaah dengan kata-kata yang kurang menyenangkan, tetap layani dengan ikhlas. Ingatkan bahwa kita sedang berada di Tanah Suci dan tetap tersenyum,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar petugas menggunakan bahasa yang lembut, mengingat jemaah telah menempuh perjalanan panjang dari daerahnya masing-masing di Tanah Air

Tak kalah penting, Chandra menegaskan larangan keras bagi petugas untuk meminta atau menerima uang dari jemaah. “Petugas dilarang menerima tip. Bahkan, jemaah harus diingatkan agar tidak memberikan apa pun kepada petugas,” tutupnya.