Transformasi Lintasarta Menjadi Jantung Digital Indonesia Lewat Inovasi AI Factory
Seorang nasabah bank sedang melakukan penarikan tunai di ATM bersama yang disokong jaringan Lintasarta. Sebagai pionir digitalisasi, kini Lintasarta bertransformasi menjadi AI Factory. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C).
__________
JAKARTA -- Bagi Satria (28), seorang pekerja di perusahaan asuransi swasta yang berdomisili di Cisauk namun berkantor di kawasan perkantoran Pondok Indah Jakarta Selatan, waktu adalah komoditas paling berharga. Menempuh perjalanan lintas provinsi setiap hari menggunakan Commuter Line menuntutnya untuk menjadi pribadi yang taktis. Di tengah ritme hidup yang serba cepat, urusan perbankan seringkali menjadi kerikil dalam sepatu jika tidak dikelola dengan efisien.
Pria yang baru saja memiliki anak laki-laki itu tampak tergopoh-gopoh menaiki tangga stasiun Kebayoran Lama. Nafasnya masih terengah-engah, keringat bercucuran dari balik masker hitamnya. Dari speaker stasiun, terdengar petugas mengumumkan, kereta Tanah Abang-Rangkasbitung sudah berangkat dari stasiun Palmerah.
"Dulu, saya sering panik kalau lupa tarik tunai. Sementara di dekat stasiun tujuan atau area perumahan saya di Cisauk, mesin ATM bank utama saya jaraknya lumayan jauh," ujar Satria saat berbincang di dalam Commuter Line yang melaju perlahan, Rabu (25/2/2026).
Satria adalah nasabah salah satu bank swasta lantaran gaji dari kantornya ditransfer ke rekening bank tersebut. Menurut Satria, kendala itu kini sirna berkat ekosistem ATM Bersama yang dikelola oleh Lintasarta. Sebagai jaringan infrastruktur perbankan yang masif, Lintasarta memastikan bahwa keterbatasan mesin ATM milik bank tertentu bukan lagi penghalang.
Bagi pekerja seperti Satria, kemudahan akses adalah segalanya. Dengan ATM Bersama, pria yang memailiki hobi sepak bila itu tidak perlu lagi berputar-putar mencari logo bank yang sama dengan kartu di dompetnya. Satria bisa menarik tunai, mengecek saldo, hingga transfer di mesin ATM mana pun yang berlogo ATM Bersama.
"Saya bisa mampir ke minimarket mana saja di sepanjang jalur Kebayoran hingga Cisauk. Hampir semua mesin ATM sudah terintegrasi," imbuhnya.
Di balik kemudahan yang dinikmati Satria, ada peran Lintasarta menyediakan tulang punggung teknologi yang menjamin setiap transaksi berjalan real-time dan aman. Sebagai generasi yang melek teknologi, Satria memahami bahwa kemudahan yang dia rasakan juga dipicu oleh integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem keuangan modern.
AI mampu memantau pola transaksi secara instan. Jika ada aktivitas mencurigakan pada akun Satria saat dia bertransaksi di ATM Bersama, sistem dapat segera memberikan peringatan.
Melalui algoritma cerdas, bank dapat memprediksi kapan sebuah mesin ATM akan kehabisan uang tunai berdasarkan tren penarikan di lokasi tertentu, sehingga Satria jarang menemui mesin yang kosong
AI juga membantu bank memahami perilaku nasabah, sehingga promosi atau layanan yang ditawarkan lebih relevan dengan kebutuhan seorang komuter. "Teknologi memang seharusnya membuat hidup lebih sederhana, bukan sebaliknya. Dengan dukungan infrastruktur seperti Lintasarta dan kecerdasan AI, saya merasa kendali finansial ada di tangan saya," tutup Satria.
Di era digital ini, sinergi antara jaringan fisik yang luas dan kecerdasan buatan menjadi kunci utama bagi ekosistem keuangan di Tanah Air. Tak heran, jika lembaga keuangan khususnya bank kini memperkuat adopsi AI dalam kegiatannya. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (BRI) Hery Gunardi menegaskan, BRI membidik adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini lantaran besarnya skala bisnis BRI dengan jumlah cabang dan pegawai yang masif, teknologi digital dan AI dinilai krusial untuk mendongkrak produktivitas. Sebagai bank dengan basis nasabah terbesar di Indonesia dan jangkauan terluas hingga pelosok negeri, BRI memahami pentingnya pelayanan terbaik kepada nasabahnya. BRI menggunakan AI untuk mempercepat penyelesaian keluhan nasabah hingga dua menit lebih cepat, sekaligus memangkas biaya operasional.
Sedangkan BCA menempatkan AI sebagai jantung strategi layanan proaktifnya. Di balik HaloBCA Contact Center, teknologi AI digunakan untuk mendeteksi permasalahan nasabah bahkan sebelum mereka mengungkapkannya. Hasilnya adalah proses layanan yang lebih cepat, personal, dan minim sengketa. Direktur BCA, Lianawaty Suwono, menegaskan, BCA perolehan sertifikasi ini merupakan bukti nyata komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah percepatan transformasi digital. BCA menorehkan sejarah baru di industri jasa keuangan regional dengan meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS). Capaian ini menjadikan BCA sebagai bank pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi standar global tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pengamat Pasar Modal Dupoint Indonesia Lukman Haqeem menilai, penggunaan AI di sistem keuangan nasional menjadi keharusan. “Selain aspek kenyamanan, penggunaan AI juga menyangkut aspek keamanan transaksi keuangan masyarakat Indonesia,”katanya kepada Kabarindo.com.
Menurut Lukman, keberadaan perusahaan teknologi seperi Lintasarta di ekosistem keuangan sangat penting. Dia memberikan contoh, pada 1988 Lintasarta meluncurkan aplikasi pertama untuk perbankan dan Bank Indonesia. Pada 1990mLintasarta meluncurkan layanan perdana ATM Bersama di Indonesia sekaligus eluncurkan layanan komunikasi data yang pertama di Indonesia. “Lintasarta memiliki sejarah panjang dan penuh pengalaman. Karenanya, transformasi menjadi AI Factory tak mengherankan, karena Lintasarta menjdi pionir digitalisasi sektor jasa keuangan di Indonesia,”tutupnya.
Indonesia kini masuk dalam era cahsless society. Karenanya, penggunaan teknologi AI akan semakin masif. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi, tumbuh 39,21% secara tahunan (year on year/yoy), didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di masyarakat. Dari sisi kanal, volume transaksi melalui aplikasi mobile banking dan internet banking masing-masing tumbuh 12,10% (yoy) dan 15,10% (yoy). Perry pun menyebut, era kecerdasan buatan sebagai bagian dari digitalisasi akan semakin masif dimanfaatkan.
Peran Lintasarta di Ekosistem Digital
Diusianya yang ke-37 danmenginjak ke-38 tahun ini, Lintasarta tak lagi sekadar menjadi saksi sejarah perkembangan teknologi di Indonesia. Melalui sebuah Breakthrough Journey yang ambisius, perusahaan yang dulunya dikenal sebagai penyedia layanan ICT (Information and Communication Technology) kini bertransformasi menjadi AI Factory pertama dan terdepan di Tanah Air.

Langkah ini bukan hanya soal mengikuti tren, melainkan upaya strategis untuk menjaga Kedaulatan Digital Bangsa di tengah disrupsi teknologi global. Sejak berdiri pada 1988, Lintasarta telah menjadi tulang punggung komunikasi bisnis di Indonesia. Namun, peta kekuatan ekonomi dunia kini telah bergeser dari sekadar konektivitas menuju pengolahan data berbasis Artificial Intelligence (AI).
Transformasi menjadi AI Factory membuat Lintasarta tidak hanya menyediakan koneksi, tetapi juga pemrosesan data yang mampu menghasilkan wawasan cerdas untuk berbagai sektor industri. AI Factory sendiri merujuk pada pusat pemrosesan data skala besar yang menggunakan infrastruktur komputasi super kuat untuk melatih model-model AI. Di tingkat global, AI telah berkembang dari sekadar otomatisasi tugas sederhana menjadi Generative AI yang mampu menciptakan konten, memprediksi risiko pasar, hingga mempercepat penemuan medis.
Lintasarta melalui kolaborasi strategis dengan raksasa teknologi seperti NVIDIA, menghadirkan infrastruktur berbasis GPU (Graphics Processing Unit) berperforma tinggi di Indonesia. Ini adalah “bahan bakar” utama yang dibutuhkan untuk menjalankan AI Factory.
Lintasarta juga menegaskan perannya sebagai penggerak transformasi digital nasional melalui penguatan kolaborasi strategis bersama Starlink, layanan internet berbasis teknologi satelit orbit rendah dari SpaceX. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Lintasarta dalam mempercepat pemerataan akses digital sekaligus membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia secara aman dan berkelanjutan.
Penguatan kemitraan ini ditandai dengan kunjungan jajaran pimpinan SpaceX ke Indonesia pada Desember 2025 lalu untuk bertemu dengan manajemen Lintasarta. Sejak penandatanganan kerja sama pada Agustus 2024, kolaborasi ini mencatat perkembangan yang sangat signifikan. Dalam kurun satu tahun terakhir, implementasi layanan Starlink yang dikelola Lintasarta tumbuh lebih dari 400%, didorong oleh meningkatnya adopsi dari sektor industri, pemerintahan, serta wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menyampaikan percepatan adopsi Starlink mencerminkan kebutuhan nyata terhadap konektivitas yang cepat, andal, aman, dan mampu menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit terhubung.
“Kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia. Kami memastikan teknologi diterapkan dengan tata kelola yang kuat, keamanan yang terjaga, serta manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Zulfi.
Dia menambahkan, kolaborasi dengan Starlink menjadi bagian penting dalam penguatan posisi Lintasarta sebagai AI Factory dalam Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, yang dibangun di atas empat pilar utama: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Keempat pilar tersebut terintegrasi untuk menghadirkan solusi end-to- end bagi pelanggan korporasi, industri, dan institusi nasional dalam membangun ekosistem digital berbasis kecerdasan artifisial(AI) yang berdaya saing global.
Lintasarta memposisikan kolaborasi ini sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur digital nasional melalui penyediaan layanan berstandar enterprise. Layanan Starlink diintegrasikan dengan infrastruktur cloud, cybersecurity, dan serta ekosistem kolaborasi AI (AI collaboration ecosystem) milik Lintasarta. “Kami tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi membangun fondasi transformasi digital yang aman dan berkelanjutan bagi Indonesia.” Kata Zulfi.
Director of Commercial Sales SpaceX, Andrew Matlock, menegaskan komitmen Starlink untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur digital Indonesia melalui kolaborasi jangka panjang bersama Lintasarta. “Indonesia memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem digital kawasan. Bersama Lintasarta, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital nasional dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Andrew.
Pilar Utama Lintasarta AI Factory
Untuk mewujudkan visi sebagai jantung digital Indonesia, Lintasarta fokus pada tiga pilar utama. Diantaranya Sovereign AI (AI Berdaulat) dengan memastikan data strategis Indonesia tetap berada dan diproses di dalam negeri untuk menjaga keamanan nasional.

Kemudian GPU Merdeka, yakni inisiatif penyediaan akses komputasi tingkat tinggi bagi perusahaan lokal, startup, hingga pemerintah agar tidak bergantung pada penyedia layanan luar negeri. Juga Ekosistem Cloud Terintegrasi melalui Lintasarta Cloudeka. Lintasarta menyediakan wadah yang aman dan terukur untuk menyimpan data besar (Big Data) yang siap diolah oleh algoritma AI.
Menjadi AI Factory bukan sekadar pencapaian bisnis. Bagi Indonesia, ini adalah langkah krusial menuju Indonesia Emas 2045. Dengan memiliki pusat kecerdasan buatan sendiri, bangsa ini memiliki kendali penuh atas privasi data, efisiensi ekonomi, hingga menciptakan talenta digital.
Saat ini, banyak perusahaan telah memiliki strategi AI, namun pada saat implementasi sering menghadapi hambatan integrasi dengan sistem existing, integrasi dengan ekosistem AI, keterbatasan infrastruktur, serta proses procurement yang panjang sebelum solusi dapat digunakan secara operasional. “Indonesia memiliki fondasi inovasi AI yang sangat kuat. Namun agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekosistem, memastikan keamanan data, serta mempercepat implementasi secara terukur. AI marketspace menjadi katalis dan memungkinkan seluruh proses tersebut berjalan lebih sederhana dan efisien,” ujar Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro.
Menurut dia, model AI marketspace memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang terstandardisasi dan aman, sehingga industri dapat mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to- value.
AI Marketspace sebagai kendaraan integrasi solusi berbasis 4C. AI Marketspace dirancang sebagai kendaraan strategis untuk mengintegrasikan solusi digital dan AI secara lebih terstruktur dan terukur, mulai dari pemetaan tantangan hingga implementasi use case yang relevan. Pendekatan ini dibangun di atas fondasi 4C Lintasarta.Yakni Connectivity untuk keandalan sistem, Cloud untuk skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk keamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk orkestrasi ekosistem — sehingga solusi dapat diintegrasikan, diimplementasikan, dan dikembangkan secara lebih cepat, aman, dan terstandardisasi.
Sebagai implementasinya, Lintasarta menghadirkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU) sebagai kendaraan untuk mengorkestasri berbagai solusi digital dan AI seperti Software as a Service (SaaS), Compute Services, Application Programming Interface (API) Services, data services, cybersecurity, connectivity, hingga AI dan analytics. Melalui pendekatan ini, fokus utama tetap pada penyediaan solusi yang relevan dan berdampak nyata bagi kebutuhan bisnis industri melalui kapabilitas 4C Lintasarta.
Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi kekuatan AI regional, didukung pertumbuhan ekonomi digital, penetrasi teknologi, hingga talenta yang terus berkembang. Dengan pendekatan AI marketspace, Lintasarta menghadirkan fondasi strategis untuk mempercepat akselerasi AI nasional dan sebagai enabler dan ecosystem builder dalam perjalanan AI nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
37 tahun perjalanan Lintasarta adalah bukti adaptasi yang luar biasa. Dari penyedia ICT, kini menjadi AI Factory yang menggerakkan denyut nadi digital bangsa. Lintasarta bukan lagi sekadar penyedia layanan. Lebih dari itu, Lintasarta adalah arsitek masa depan yang memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain kunci di panggung teknologi dunia.
Comments ( 0 )