Kinerja Intermediasi Perbankan Tumbuh Positif, Kredit Bukukan Rp.8.659 Triliun

Kinerja Intermediasi Perbankan Tumbuh Positif, Kredit Bukukan Rp.8.659 Triliun

Kinerja Intermediasi Perbankan Tumbuh Positif, Kredit Bukukan Rp.8.659 Triliun

KABARINDO, SURABAYA - Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 April 2026 menyatakan kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, menyebutkan kredit pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49% yoy menjadi Rp.8.659 triliun (Februari 2026, tumbuh sebesar 9,37% yoy).

“Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi sebesar 20,85%, diikuti oleh Kredit Konsumsi sebesar 5,88%, sedangkan Kredit Modal Kerja sebesar 4,38%. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi sebesar 14,88% yoy. Kredit UMKM telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh sebesar 0,12% yoy (Februari 2026: terkontraksi sebesar 0,56% yoy). Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi sebesar 13,66% yoy,” paparnya pada Selasa (5/5/2026).

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,33%. Per Maret 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh sebesar 24,20% yoy (Februari 2026: tumbuh 26,41% yoy) menjadi Rp.28,3 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 30,81 juta (Februari 2026: 30,55 juta).

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,55% yoy (Februari 2026: 13,18% yoy) menjadi Rp.10.231 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 21,37% yoy, 11,57% yoy dan 8,36% yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Maret 2026 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 122,55% (Februari 2026: 121,29%) dan 27,85% (Februari 2026: 27,4%), masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 193,64%, sedangkan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level 128,84%.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14% (Februari 2026: 2,17%) dan NPL net terjaga di 0,83% (Februari 2026: 0,83%). Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,94% (Februari 2026: 9,24%). Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,47% (Februari 2026: 2,37%).

Setelah memperhitungkan pembagian dividen, indikator permodalan (CAR) tercatat sebesar 25,09% (Februari 2026: 25,83%), menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai.

Foto: istimewa