Tak Hanya Sebagai Pelopor Properti Ikonik, Paradise Indonesia Merajut Masa Depan Berkelanjutan

Tak Hanya Sebagai Pelopor Properti Ikonik, Paradise Indonesia Merajut Masa Depan Berkelanjutan
Tak Hanya Sebagai Pelopor Properti Ikonik, Paradise Indonesia Merajut Masa Depan Berkelanjutan

23 Paskal : Dua orang pengunjung sedang melintas di mal ikonik 23 Paskal yang dikembangkan Paradise Indonesia. (FOTO/Kabarindo.com)

 

KABARINDO, BANDUNG -- Sinar rembulan temaram menyinari bumi. Semilir angin dengan suhu udara dingin yang menjadi ciri khas Bandung menghadirkan suasana yang nyaman. Pengunjung 23 Paskal tampak ramai menjelang akhir pekan. Mal ini menjadi destinasi gaya hidup terpadu di jantung kota Kembang.
 
Dengan tenant mix yang didominasi oleh brand-brand papan atas, 23 Paskal Bandung telah menjelma menjadi salah satu ikon gaya hidup terkemuka di Kota Bandung. "Kami sering berbelanja disini karena lengkap. Terutama untuk merek pakaian dan sepatu favorit kami yang hanya ada di 23 Paskal,"ujar Andi Nurhusein (35) saat ditemui Kabarindo.com di salah satu gerai merek sepatu asal Jepang di 23 Paskal, Kamis (20/2/2025).
 
Menurut dia, 23 Paskal tak sekadar menawarkan pengalaman belanja yang lengkap, tetapi juga memadukan berbagai fasilitas hiburan, kuliner, dan akomodasi dalam satu kawasan terpadu. "Keluarga kami juga kerap berbelanja dan hangout di tempat ini,"imbuh Andi yang bermukim di kawasan Jl Cikambuy Hilir, Sangkanhurip, Bandung itu.
 
Dia menambahkan, 23 Paskal yang berlokasi di Jalan Pasir Kaliki, pusat kota Bandung itu, mudah diakses dari berbagai penjuru kota. Pusat gaya hidup yang dikembagkan Paradise Indonesia itu pun menggabungkan pusat perbelanjaan, hotel, restoran, bioskop, dan area hiburan lainnya dalam satu kompleks, memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi pengunjung.
 
Pengunjung memilih sepatu di salah satu gerai sepatu merek Jepang di 23 Paskal. (FOTO/Kabarindo.com)
 
23 Paskal juga menghadirkan beragam pilihan toko dari merek lokal hingga internasional, serta berbagai restoran dengan menu yang menggugah selera. Dilengkapi dengan bioskop XXI, area bermain anak, dan berbagai acara reguler yang menarik, mal ini mejadi tujuan pemenuhan gaya hidup semua usia.
 
23 Paskal juga terintegrasi dengan hotel yang memberikan kemudahan bagi pengunjung dari luar kota. Hotel yang terintegrasi dengan 23 Paskal Bandung yakni YELLO Hotel Paskal Bandung. Hotel ini menawarkan konsep modern dan dinamis, sangat cocok untuk wisatawan muda dan keluarga.
 
Banyak pengunjung memuji 23 Paskal karena kelengkapan fasilitasnya dan kenyamanan berbelanja di sana.Lokasi yang strategis dan akses yang mudah juga menjadi nilai tambah bagi pengunjung. "Kemana-mana dekat, banyak brand favorit dan restoran favorit saya. Hotelnya juga enak dekat dengan mal. Ramah lansia, ramah anak, lengkap,"ungkap Indah Susanti (40), yang sedang menikmati liburan di kota Kembang bersama keluarganya saat ditemui Kabarindo.com di 23 Paskal, Kamis (20/2/2025).
 
Wanita yang mengaku bermukim di Jl Jemursari Surabaya, Jawa Timur itu mengungkapkan, dengan sistem pembayaran cashless, 23 Paskal memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan. "Kita tak perlu repot antre menunggu uang kembalian saat pembayaran. Semua serba praktis,"tegasnya.
 
23 Paskal Bandung terus berinovasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjungnya, menjadikannya destinasi wajib dikunjungi saat berada di Kota Bandung. Saat ini, Paradise Indonesia sedang melakukan pengembangan 23 Paskal extension yang didorong oleh permintaan para tenant dan retailer.
 
23 Paskal mengusung Urban Lifestyle Center, dengan konsep modern dan terbuka. Menggabungkan arsitektur modern dan tradisional membuat mal ini terlihat unik. Ornamen berupa anyaman rotan, vertikal garden, yang di kawasan-kawasan strategis menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi pengunjung. Paradise Indonesia menyodorkan kearifan lokal yang merupakan kebanggana masyarakat setempat.
 
Tak hanya di Bandung, di Jakarta pun Paradise Indonesia dikenal sebagai perusahaan yang menghadirkan ikon-ikon properti khas masyarakat urban. Salah satu portofolio investasinya yakni Plaza Indonesia yang dikenal sebagai ikon pusat gaya hidup paling populer di Tanah Air. Begitu populernya mal yang berlokasi di jantung Jakarta itu, membuat masyarakat dari kota lain belum merasa berlibur di Jakarta apabila belum mengunjungi mal yang menyatu dengan Hotel Grand Hyatt itu.
 
Di lokasi lain di pusat Jakarta, Paradise Indonesia mengembangkan Harris Suites fX Sudirman. Oleh Paradise Indonesia, Harris Suites fX Sudirman disodorkan sebagai pilihan akomodasi ideal bagi para pelancong bisnis maupun rekreasi yang mencari kenyamanan dan kemudahan di pusat Jakarta.
 
Dengan desain modern dan fasilitas lengkap, hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang tak terlupakan. "Lokasinya strategis, di tengah kawasan bisnis. Saya sering menginap disini,"ungkap Anwar Hasibuan ditemui Kabarindo.com di fX Sudirman, Jakarta, Minggu (23/2/2025).
 
Sebagai pebisnis yang harus sering ke Jakarta, dia menginginkan tempat menginap yang memudahkan dirinya mengakses sarana transportasi. "Saya juga sering berolahraga di GBK (Gelora Bung Karno), dan sekadar menikmati waktu luang di mal kawasan Senayan,"ucapnya. Meskipun waktu berkunjung ke Jakarta tak menentu karena disesuaikan dengan kepentingan bisnisnya, Anwar mengungkapkan, pilihannya menginap di Harris Suites fX Sudirman lantaran memiliki fasilitas yang lengkap.
 
"Pelayanan ramah dan profesional dari staf hotel, dan lokasi hotel yang sangat strategis, memudahkan saya untuk beraktivitas di pusat kota,"imbuhnya. Kebersihan hotel juga menjadi salah satu poin yang membuat Anwar betah menginap di hotel itu.
 
 
 
 

Pelopor Properti Gaya Hidup di Indonesia

 
Kemampuan membawa tiga proyek sekaligus yakni hotel, mal, dan hunian dalam satu kawasan membuat Paradise Indonesia menjadi pelopor properti gaya hidup di Indonesia. Perusahaan yang kini berusia 23 tahun itu meyakini, bahwa jika retail sukses maka hotel juga akan terdampak positif dan jika retail dan hotel sukses dipastikan bisa mendongkrak demand dan nilai keunikan properti huniannya.
 
Dalam satu dekade terakhir Paradise Indonesia agresif melakukan pengembangan proyek mixed-use development untuk mengikuti tren lifestyle di kawasan perkotaan yang semakin dibutuhkan. Khususnya dengan menggabungkan fungsi residensial-pusat perbelanjaan untuk memberikan value lebih pada sebuah kawasan.
 
Paradise Indonesia atau yang juga dikenal sebagai PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) sendiri merupakan pengembang dan operator properti gaya hidup ikonik di beberapa lokasi teratas di Indonesia. Paradise Indonesia bersama anak perusahaannya memiliki dan mengelola beragam portofolio hotel, pusat perbelanjaan, dan apartemen yang bersinergi untuk menciptakan model bisnis yang berkelanjutan.
 
Paradise Indonesia memiliki 14 hotel di Jakarta, Bali, Batam, Yogyakarta, dan Makassar, serta mengoperasikan 4 pusat perbelanjaan di Bandung, Surabaya, dan Bali. Sejalan dengan visi perusahaan untuk membangun proyek properti ikonik, Paradise Indonesia terus melakukan pengembangan properti mixed-use. Baru-baru ini, Paradise Indonesia telah menyelesaikan Hotel Hyatt Place di Makassar yang menambah nuansa baru ke dalam portofolionya. Saat ini, Paradise Indonesia mengelola tiga pengembangan aktif. Yakni perluasan 23 Paskal di Bandung, pengembangan mixed-use Antasari Place di Jakarta,dan pengembangan mixed-use di Semarang.
 
 
Pengamat properti yang juga CEO Property Excellent & Advisory F. Rach Suherman kepada Kabarindo.com mengungkapkan, Paradise Indonesia memiliki pangsa pasar yang stabil. "Dengan karakter properti yang dikembangkan, Paradise Indonesia sudah on the track dalam menargetkan pangsa pasar. Mereka memiliki dan menciptakan pasar tersendiri," tegasnya.
Dia pun meyakini, dengan portofolio properti yang memiliki ciri khas, Paradise Indonesia akan menghasilkan kinerja lebih baik lagi di masa depan.
 
Menurut Suherman, jarang ada pengembang yang menggabungkan tiga produk properti dalam satu kawasan.Yakni hotel, pusat gaya hidup, dan hunian. "Sepanjag sepengetahuan saya, Paradise Indonesia inilah sebagai pelopornya,"katanya.
 
 
Paradise Indonesia pun dinilai merupakan pengembang properti terkemuka di Indonesia yanh terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan properti lifestyle premium yang berkualitas tinggi. Dengan investasi dan ekspansi yang signifikan, Paradise Indonesia tidak hanya membangun hunian, tetapi juga menciptakan ekosistem gaya hidup yang terintegrasi dan berkelas dunia.
 
Paradise Indonesia dikenal dengan desain propertinya yang ikonik dan mewah. Setiap proyek dirancang dengan cermat, menggabungkan estetika modern, fungsionalitas, dan kenyamanan untuk menciptakan pengalaman hidup yang istimewa.
 
 
Kolaborasi dan Keberlanjutan
 
Manajemen Paradise Indonesia sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan properti lifestyle premium yang berkualitas tinggi dan berkelas dunia. Mereka percaya bahwa properti tidak hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga merupakan bagian dari gaya hidup. Oleh karena itu, Paradise Indonesia selalu berupaya untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, danMemberikan pengalaman hidup yang tak terlupakan bagi para penghuni.
 
 
Paradise Indonesia terus melakukan investasi dan ekspansi yang signifikan untuk mengembangkan proyek-proyek properti lifestyle premium lainnya di berbagai lokasi strategis di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Paradise Indonesia untuk menjadi pemimpin pasar properti lifestyle di Indonesia
 

Direktur & Chief Finance Officer Paradise Indonesia Surina kepada Kabarindo.com mengatakan, Paradise Indonesia telah menerbitkan Obligasi I PT Indonesian Paradise Property Tbk Tahun 2025 senilai Rp500 miliar, yang mengalami kelebihan permintaan hampir dua kali lipat pada akhir masa bookbuilding. Dana dari obligasi ini digunakan untuk refinancing utang dan penyertaan modal pada proyek di Semarang. "Selain itu, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1 triliun pada tahun 2025 untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek strategis,"ungkapnya.

 

Dia menambahkan, Paradise Indonesia berencana melakukan ekspansi bisnis ke Kalimantan dan wilayah Indonesia timur dalam lima tahun mendatang, dengan target pertumbuhan aset 10–15% setiap tahun. Proyek yang sedang dikembangkan meliputi penyelesaian 23 Paskal Shopping Center Extension di Bandung pada Juni 2025, Hyatt Place Makassar, 23Mall Semarang yang diproyeksikan selesai pada 2026, dan pengembangan apartemen Antasari Place di Jakarta. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan properti mixed-use di Balikpapan dan Makassar.

Proyek Mixed Use Antasari Place yang dikembangkan Paradise Indonesia di Jakarta Selatan. (FOTO/Kabarindo.com)

Tak sekadar mengembangkan properti, Surina menambahkan, Paradise Indonesia memasukkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai panduan dalam strategi pertumbuhannya, seperti mendorong kesetaraan gender (SDG 5), praktik kerja layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta pembangunan kota dan masyarakat berkelanjutan (SDG 11).

"Perusahaan juga terlibat dalam kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) seperti donor darah, bersih-bersih pantai, penanaman bakau, dan donasi makanan. Paradise Indonesia memprioritaskan inisiatif Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) untuk memastikan praktik tata kelola perusahaan yang baik,"paparnya.

Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 20% pada tahun 2025, sejalan dengan penyelesaian proyek-proyek utama yang diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan juga berkomitmen pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memasukkan SDGs sebagai panduan dalam strategi pertumbuhannya.

Paradise Indonesia, lanjut Surina, memahami dan merespons tren gaya hidup masyarakat yang terus berubah. Paradise Indonesia berinovasi dengan mengubah fungsi pusat perbelanjaan menjadi ruang sosial yang dinamis, menjadikan mal tidak hanya sebagai tempat belanja tetapi juga pusat kegiatan komunitas. "Kami sering mengadakan acara-acara kreatif yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat untuk menciptakan destinasi gaya hidup ikonik yang sesuai dengan tren gaya hidup masyarakat yang terus berkembang,"urainya.

Surina mengatakan, Paradise Indonesia dikenal sebagai pengembang properti gaya hidup ikonik dengan portofolio seperti Sheraton Bali Kuta Resort, beachwalk Shopping Center Bali, dan 23Paskal Shopping Center Bandung. Perusahaan mengintegrasikan elemen-elemen seperti lokasi strategis, desain arsitektur yang menarik, dan fasilitas lengkap untuk menciptakan destinasi yang menawarkan pengalaman unik bagi konsumen.

 

Paradise Indonesia juga terlibat dalam berbagai kegiatan CSR seperti donor darah, bersih-bersih pantai, penanaman bakau, dan donasi makanan. Program-program ini berkontribusi pada pembangunan masyarakat dan lingkungan sekitar dengan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal dan menjaga kelestarian lingkungan. Paradise Indonesia pun memastikan keberlanjutan program-program CSR dengan memasukkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai panduan dalam strategi pertumbuhannya. 

Surina menegaskan, Paradise Indonesia tetap percaya diri dengan strategi berbasis pada slogan "4M", yakni Mixed Use Development, Mid Scale Development, Middle-Up Market, dan Major Cities. Pendekatan ini membantu perusahaan untuk tetap kompetitif meskipun pasar global mengalami ketidakstabilan. "Fokus pada segmen middle-up memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan. Seperti yang terlihat pada stabilitas pendapatan perusahaan meskipun pasar global mengalami ketidakstabilan,"katanya.

Dia menegaskan, Paradise Indonesia memiliki visi untuk menjadi pengembang properti gaya hidup terkemuka di Indonesia dengan menghadirkan destinasi ikonik yang menawarkan pengalaman unik bagi masyarakat. Perusahaan berfokus pada pengembangan properti berbasis mixed-use development yang menggabungkan perhotelan, pusat perbelanjaan, dan hunian modern di lokasi strategis di kota-kota besar dan destinasi wisata utama.

 

Paradise Indonesia juga terus mengembangkan inovasi dalam desain dan konsep properti untuk mengikuti perubahan tren gaya hidup masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis guna mendukung ekspansi bisnisnya di masa depan.

 
 
CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo mengatakan, Paradise Indonesia akan terus mengembangkan properti-properti mixed use untuk meningkatkan kinerja berkelanjutan perusahaan. Dengan harapan dapat mencapai target pendapatan berulang yang lebih tinggi pada tahun 2025.
 
Tahun ini, Paradise Indonesia akan mengoperasikan dua proyek properti baru. Properti pertama, Antasari Place di Jakarta, dijadwalkan untuk serah terima pada semester pertama tahun ini. Kehadiran Antasari Place akan memperkuat portofolio perusahaan di segmen properti dan komersial, dengan tingkat okupansi yang telah mencapai 70%.
 
Selain itu, Paradise Indonesia juga akan meresmikan perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung, akibat tingginya antrean tenant yang berminat bergabung. Proyek ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada awal semester kedua tahun ini.
 
Anthony menambahkan, Hotel Hyatt Place di Makassar, yang resmi diluncurkan pada kuartal pertama tahun lalu, dapat memberikan kontribusi penuh pada tahun 2025. Dengan demikian, proyek-proyek ini diharapkan dapat menambah porsi pendapatan berulang bagi perusahaan tahun ini.  Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 10,2% pada 2025, seiring dengan pencapaian positif sepanjang 2024 yang diperkirakan melampaui target awal perusahaan. 

Paradise Indonesia mencatatkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 110% dibandingkan tahun sebelumnya. Lini bisnis perhotelan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 120%, berkontribusi 44% terhadap total pendapatan. Tingkat hunian perhotelan juga meningkat hingga 101% secara rata-rata tertimbang.

Lini bisnis komersial mencatatkan pertumbuhan 105%, menyumbang 38% dari total pendapatan, sementara penjualan properti tumbuh 130% dengan kontribusi sebesar 18%. Tingkat hunian properti komersial juga naik 103% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, laba usaha Paradise Indonesia diperkirakan meningkat 170%, sedangkan laba tahun berjalan naik hingga 220% dibandingkan 2023. Perusahaan juga mencatatkan recurring revenue sebesar 82% sepanjang 2024 dan menargetkan posisi sebagai emiten dengan pendapatan berulang tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025.