Perayaan Peran Wanita dalam Dunia Arsitektur, Mewarnai ARCH:ID 2026
Perayaan Peran Wanita dalam Dunia Arsitektur, Mewarnai ARCH:ID 2026
KABARINDO, SURABAYA - ARCH:ID 2026 hadir dengan tema “Skema Sintesa: Integrasi Kolaboratif Arsitektur” yang berlangsung pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City.
Acara tersebut menekankan pertemuan berbagai elemen dalam satu kesatuan utuh. Dalam semangat tersebut, pencahayaan tidak berdiri sendiri, melainkan berpadu harmonis dengan elemen ruang lain seperti arsitektur, material, budaya dan pengalaman manusia.
Karena itu, in-Lite LED kembali berpartisipasi untuk kedua kalinya di ajang tahunan tersebut melalui “Paviliun Cahya”, sebuah instalasi perjalanan cahya yang terinspirasi sintesa arsitektur Nusantara
Pada sesi in-Lite Talks bertema “Sintesa: Ruang, Seni, dan Cahya”, Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan, mengatakan instalasi tersebut terinspirasi dari pemikirian Raden Ajeng Kartini yang diwujudkan dari hasil sintesa in-Lite bersama para kolaborator yang seluruhnya perempuan.
Pendekatan sintesa dalam arsitektur tidak hanya berbicara tentang elemen ruang, tetapi juga tentang siapa yang terlibat di dalamnya. Dalam ekosistem yang kolaboratif, keberagaman perspektif menjadi kunci untuk menghadirkan ruang yang lebih utuh dan manusiawi, termasuk peran perempuan yang semakin berkembang di dunia arsitektur.
Dari sekitar 27.000 anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), sekitar 5.500 di antaranya adalah perempuan atau sekitar 20%. Ini mencerminkan ruang yang masih terus berkembang menuju keseimbangan yang lebih baik.
Principal Architect Hadiprana Design sekaligus Kurator ARCH:ID 2026, Ar. Afwina Kamal, menilai kondisi ini sebagai peluang untuk memperkuat inklusivitas. Ia mengatakan, dalam penyelenggaraan ARCH:ID 2026, pihaknya mendorong kolaborasi yang lebih inklusif di antara para pelaku industri, termasuk peran perempuan yang semakin berkembang.
“Saya melihat tema sintesa juga merefleksikan cara perempuan bekerja yang kolaboratif, integratif dan berorientasi pada keharmonisan. Di komunitas arsitektur, perempuan kini semakin vokal dan visible. Ini merupakan kemajuan yang nyata dan terus berlangsung,” ujarnya.
Fransiska menambahkan, partisipasi in-Lite di ARCH:ID 2025 menjadi wujud nyata konsep ‘Beyond Illumination’, di mana pihaknya ingin menunjukkan bahwa cahaya tidak sekadar berfungsi sebagai penerangan, sejalan dengan komitmen #TerangIndonesia.
“Kami juga mendorong keterlibatan perempuan, karena kami percaya keberagaman perspektif dapat memperkaya proses kreatif dan menghadirkan pendekatan desain yang lebih inklusif dan humanis,” ujarnya.
Foto: istimewa
Comments ( 0 )