Dari Senayan ke Arena Anggar, Ghozi Zulazmi Bangun Fondasi Prestasi Lewat “Super Tim"
KABARINDO, JAKARTA — Di tengah padatnya agenda sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, H. Ghozi Zulazmi, S.IP membuktikan bahwa dedikasi terhadap olahraga prestasi bukan sekadar wacana.
Melalui kepemimpinannya di Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) DKI Jakarta, politisi muda ini perlahan menata ulang arah pembinaan anggar ibu kota.
Ghozi menegaskan, dirinya tidak datang dengan pendekatan instan untuk mengejar prestasi. Ia sadar, membangun cabang olahraga membutuhkan fondasi kuat dan kerja kolektif.
“Saya bukan superman. Tapi untuk memajukan anggar, yang dibutuhkan adalah super tim—orang-orang yang kompeten, solid, dan punya visi yang sama,” tegas Ghozi saat menjadi narasumber OPJ (Obrolan Prestasi Jakarta) yang digelar KONI DKI Jakarta, Kamis (8/1).
Kedekatan Ghozi dengan olahraga anggar berawal dari lingkungan keluarga. Ia mengaku pertama kali mengenal anggar melalui sang kakak yang menekuni olahraga tersebut di Jerman.
“Saya melihat langsung bagaimana anggar itu menarik, berkelas, dan penuh disiplin. Dari situ ketertarikan saya tumbuh,” ujarnya.
Menurut Ghozi, Jakarta sebagai kota global memiliki segala prasyarat untuk melahirkan atlet anggar berkelas nasional hingga internasional—mulai dari fasilitas, sumber daya manusia, hingga ekosistem olahraga yang terus berkembang.
“Anggar harus dibumikan. Harus dikenal luas oleh masyarakat. Saya yakin, di Jakarta ini banyak bibit potensial yang hanya butuh ruang dan kesempatan,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut.
Sebagai langkah konkret, IKASI DKI Jakarta pada 2026 mendatang akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) sebagai ajang penjaringan atlet muda berbakat. Selain itu, program sosialisasi ke sekolah-sekolah juga akan digencarkan.
“Kami akan turun langsung ke sekolah, memperkenalkan anggar sejak dini, dan berkolaborasi dengan KONI, Dispora, serta Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Komitmen tersebut disambut positif oleh atlet anggar DKI Jakarta, Aditya Rizky Pramudita atau akrab disapa Tia. Peraih medali emas PON Aceh–Sumut itu mengaku, anggar telah mengubah hidupnya.
“Saya kenal anggar dari tetangga, awalnya cuma coba-coba. Lama-lama jadi serius dan akhirnya berprestasi,” ujar Tia.
Ia juga bersyukur karena prestasi di anggar memberinya manfaat nyata, termasuk membantu ekonomi keluarga melalui bonus PON.
“Anggar itu seru dan menantang. Alhamdulillah, dari anggar saya bisa membantu keluarga,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada atlet, Ghozi juga menekankan pentingnya persatuan antar-klub anggar di Jakarta. Menurutnya, sinergi menjadi kunci lahirnya prestasi berkelanjutan.
“Kalau klub-klub bersatu, pembinaan akan lebih terarah dan potensi atlet bisa muncul maksimal,” katanya.
Ia pun berharap ke depan Jakarta memiliki pusat latihan khusus anggar yang representatif, sehingga pembinaan bisa dilakukan secara fokus dan berkesinambungan.
“Dengan pusat latihan yang memadai, performa atlet akan meningkat signifikan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Ghozi menegaskan komitmennya bersama jajaran pengurus IKASI DKI Jakarta untuk terus bergerak membangun prestasi.
“Intinya, super tim harus terus bekerja. Prestasi akan mengikuti,” pungkasnya.
Comments ( 0 )