Semen Merah Putih Prioritaskan Konsep Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan
RAMAH LINGKUNGAN : PT Cemindo Gemilang, Tbk. (CMNHT) mendorong adopsi green cement melalui portofolio seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield. (FOTO ISTIMEWA).
____________
JAKARTA -- PT Cemindo Gemilang Tbk lewat brand Semen Merah Putih menegaskan bahwa agenda keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan untuk menjaga daya saing industri material konstruksi, di tengah tekanan pasar, oversupply industri, serta meningkatnya tuntutan efisiensi dan regulasi lingkungan. Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menyampaikan bahwa keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai inisiatif tambahan, melainkan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini. “Sustainability kami posisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini, bukan sekadar inisiatif tambahan. Dimana di Semen Merah Putih, praktik sustainability itu dibagi dalam 4 pillar, process, product, people dan planet. Pendekatan ini penting agar pendekatan sustainability kami lebih holistik dan terintegrasi dalam mendukung pembangunan nasional tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Surindro di Jakarta (23/1/2026).
Pendekatan efisiensi tersebut diterjemahkan langsung oleh manajemen Semen Merah Putih ke dalam strategi produk. Perusahaan mendorong adopsi green cement melalui portofolio seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield, yang dirancang dengan jejak karbon lebih rendah sekaligus memberikan nilai tambah performa konstruksi. General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai bahwa transisi menuju material konstruksi berkelanjutan kini telah menjadi kebutuhan industri. “Kami melihat transisi menuju material konstruksi yang lebih berkelanjutan bukan lagi sebagai pilihan, tetapi kebutuhan industri. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami berkomitmen menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” jelas Oza.
Dari perspektif kebijakan industri, Kementerian Perindustrian memandang tahun 2026 sebagai fase penting dalam proses transformasi industri nasional menuju industri hijau yang berdaya saing. Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha, menyampaikan bahwa transformasi industri hijau tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan struktur dan daya saing industri nasional.
“Transformasi industri hijau harus menghasilkan dampak nyata, baik dari sisi efisiensi sumber daya maupun peningkatan daya saing industri. Inovasi yang aplikatif dan relevan menjadi kunci agar industri hijau mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan, dan yang lebih penting keberlanjutan tidak boleh mengorbankan daya saing” ujar Apit.
Ia menambahkan bahwa industri bahan bangunan, khususnya semen, memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas produk, efisiensi penggunaan sumber daya, serta dampak lingkungan jangka panjang.
“Pengembangan inovasi proses dan teknologi di industri semen menjadi sangat penting karena menentukan kualitas hasil pembangunan sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya alam,” jelasnya.
Kolaborasi industri semen dan pemerintah juga dinilai makin penting, khususnya di industri perumahan. Dimana pemerintah menilai bahwa tantangan perumahan nasional saat ini tidak hanya terletak pada ketersediaan hunian, tetapi juga pada kualitas bangunan yang dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan perkotaan.
Kepala Sub Direktorat Wilayah I, Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Adji Krisbandono, menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi urban yang tinggi masih menciptakan backlog perumahan yang signifikan di berbagai kota di Indonesia.
“Kebutuhan hunian di kawasan perkotaan masih sangat besar, terutama untuk MBR. Pertumbuhan urbanisasi yang tinggi membuat backlog perumahan menjadi salah satu tantangan nasional yang perlu ditangani secara berkelanjutan,” jelas Adji.
Inovasi Hijau dan Momentum 15 Tahun Cemindo Gemilang
Seiring peringatan 15 tahun Cemindo Gemilang, perusahaan juga memperkuat pilar keberlanjutan berbasis manusia (people), baik internal perusahaan, baik karyawan dan keluarganya, maupun eksternal seperti tukang, kontraktor, toko dan distributor. Hal ini dilakukan melalui pengembangan Mandor Pintar Institute, kegiatan specifier roadshow, hingga program apresiasi bagi karyawan, distributor, retailer, dan komunitas konstruksi.
Oza menegaskan bahwa transformasi industri tidak dapat berjalan sendiri. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya soal teknologi dan efisiensi, tetapi juga tentang membangun ekosistem dan kemitraan jangka panjang. Sejalan dengan yang diprogramkan pemerintah, bahwa keberlanjutan tidak boleh mengorbankan kualitas, Semen Merah Putih sangat memahami prinsip tersebut dan menerapkannya secara konsisten dalam setiap inovasi produk yang dihadirkan. “Lewat pendekatan ini, kami ingin memastikan bahwa transformasi industri yang kami jalankan benar-benar relevan dan berdampak bagi pembangunan nasional ke depan, serta sejalan dengan arah kebijakan pemerintah,” tutupnya.
Comments ( 0 )