Seleksi Rampung, PP Pesti Tetapkan 7 Atlet Timnas Soft Tennis Menuju Asian Games 2026
KABARINDO, JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP Pesti) resmi menetapkan tujuh atlet terbaik yang akan memperkuat Tim Nasional Soft Tennis Indonesia pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Kepastian tersebut diambil setelah seluruh rangkaian seleksi nasional berakhir di Lapangan Tenis Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Dari proses seleksi tersebut, tiga atlet terpilih melalui tahapan pemanggilan terbuka, sementara empat atlet lainnya telah lebih dahulu memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan federasi.

Ketua Umum PP Pesti, Brigjen Pol Dr. M Awal Chairuddin, menyebut tingginya antusiasme atlet menjadi alasan federasi menambah kuota seleksi.
“Awalnya kami hanya berencana memanggil dua atlet. Namun, melihat semangat dan kualitas yang ditunjukkan, akhirnya terpilih tiga atlet putra dari jalur seleksi, yakni Rizky Zammy dari Kalimantan Timur, Bagus Angga Boedy P dari DKI Jakarta, dan Reza Pahlefi dari Jawa Tengah,” ujar Awal Chairuddin saat jamuan makan siang bersama tujuh atlet terpilih di Kantor PP Pesti, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).
Dalam kesempatan yang dhadiri pula oleh Buyung Wijaya Kusuma (Sekjen PP Pesti), Ferly Montolalu (Kepala Pelatih/Waketum PP Pesti), Gunarso Muljadi (Pelatih Wanita), Robby Sudrajat (Pelatih Fisik ) dan Gatot Widakdo (Ketua Bidang Humas dan Media) ini, Awal menegaskan federasi telah menyiapkan program pemusatan latihan secara matang dan berkesinambungan. Program jangka menengah selama lima bulan dirancang untuk memastikan kesiapan atlet, mulai dari pengaturan jadwal, fasilitas latihan, hingga rutinitas harian yang terstruktur.

“Semua program akan disampaikan secara transparan kepada atlet, pelatih, manajer, dan staf pendukung. Target kami jelas, membangun tim yang solid, fokus, dan konsisten menuju Asian Games,” tegasnya.
Dari sisi pendanaan, PP Pesti memastikan tidak ada perbedaan perlakuan antara atlet putra dan putri. Anggaran khusus telah disiapkan dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel dan bertanggung jawab.
Selain pemusatan latihan di dalam negeri, federasi juga membuka peluang uji coba ke luar negeri, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi global serta kesiapan atlet.
Awal juga menyoroti dinamika kekuatan negara pesaing di Asia yang terus berkembang. Ia mencontohkan China yang dinilai mengalami perubahan signifikan dalam pendekatan permainan dan persiapan atlet. “China sekarang tidak seperti dulu. Ada perubahan besar dalam cara mereka bermain dan membangun tim,” ujarnya.

Sementara itu, atlet senior Fernando Sanger menilai kesiapan fisik dan teknik atlet saat ini sudah berada pada level yang baik. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan mental, terutama saat menghadapi pertandingan panjang yang menguras konsentrasi.
“Secara teknik dan fisik kami siap. Tantangannya justru ketika harus bermain dari partai ke partai. Grafik permainan bisa naik-turun. Kehadiran psikolog dan pelatih dengan pendekatan mental yang tepat sangat dibutuhkan,” ujar Fernando, yang akrab disapa Nando.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelatih Timnas Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, menyatakan bahwa dukungan psikolog umumnya telah disiapkan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal PP Pesti, Buyung Wijaya Kusuma, yang menegaskan bahwa kekuatan tim tidak hanya ditentukan oleh latihan fisik dan teknik.

“Latihan mental itu sangat penting. Selama ini kami menanamkan hal-hal sederhana tapi bermakna, seperti mengingat keluarga dan tujuan bertanding. Main itu jangan pakai beban, ingat saja alasan kita bermain,” tutur Buyung.
Ia juga menilai pengalaman kemenangan atas atlet-atlet unggulan Asia, termasuk Korea, menjadi bukti bahwa kekuatan mental mampu melampaui perhitungan di atas kertas.
“Itulah yang membentuk mental juara. Ini bukan sekadar persiapan pertandingan, tetapi juga pendidikan karakter,” pungkasnya.
PP Pesti berharap dengan perencanaan yang matang, disiplin tinggi, dan semangat kebersamaan, Timnas Soft Tennis Indonesia mampu tampil kompetitif di Asian Games 2026 dan membawa pulang prestasi membanggakan.
“Yang terpenting atlet tetap sehat, fokus, dan bersemangat. Program ini kami rancang agar tim nasional siap bersaing di level Asia dan mampu meraih medali,” tutup Awal Chairuddin.
Daftar Atlet Timnas Soft Tennis Indonesia Asian Games 2026
Putra:
Tio Juliando Hutahuruk – Jawa Barat
Fernando Sanger – Jawa Barat
Rizky Zammy – Kalimantan Timur
Bagus Angga Boedy P – DKI Jakarta
Reza Pahlefi – Jawa Tengah
Putri:
Siti Nur Arasy – DKI Jakarta
Allif Nafiiah – Jawa Tengah
Comments ( 0 )