PBSI Ambil Langkah Strategis, Hapus Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas

PBSI Ambil Langkah Strategis, Hapus Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas

KABARINDO, JAKARTA -  Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengambil langkah strategis dengan meniadakan mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas yang selama ini rutin dilakukan setiap akhir tahun.

Dalam keterangan resminya, Selasa, PBSI menyatakan kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak akhir 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pembinaan serta kesinambungan program latihan nasional.

Keputusan itu diambil setelah Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas, performa atlet, beban kompetisi, serta efektivitas program jangka panjang.

Kepala Bidang Binpres PBSI Eng Hian mengatakan padatnya kalender turnamen internasional yang sudah bergulir sejak awal Januari menjadi salah satu pertimbangan utama.

Menurut dia, Pelatnas saat ini membutuhkan stabilisasi komposisi atlet agar program latihan dapat berjalan berkesinambungan, terutama dalam menghadapi siklus kompetisi yang makin padat dan menuntut kesiapan sejak awal tahun.

Selama ini, mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas di akhir tahun digunakan sebagai sarana evaluasi rutin.

Namun PBSI menilai pola tersebut tidak lagi sepenuhnya relevan dengan kebutuhan pembinaan saat ini yang menekankan kesinambungan program, khususnya pada fase transisi menuju agenda kompetisi besar.

Eng Hian menegaskan, dihapuskannya mekanisme tersebut tidak berarti PBSI mengendurkan standar evaluasi atlet. Evaluasi tetap dilakukan secara ketat melalui indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan oleh masing-masing pelatih.

“Evaluasi tetap berjalan. Jika atlet tidak mencapai KPI yang sudah ditentukan, maka akan terkena degradasi. Jangka waktu degradasi setiap atlet bisa berbeda, tergantung KPI yang berlaku bagi atlet tersebut,” kata Eng Hian.

Sementara itu, sistem promosi atlet ke Pelatnas tetap dilakukan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun. Jumlah atlet yang direkrut akan disesuaikan dengan kebutuhan Pelatnas serta kriteria yang ditetapkan oleh Bidang Binpres.

PBSI juga telah menetapkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 Tahun 2025 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas.

Dalam aturan tersebut, Seleknas diikuti oleh 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda, dengan peserta berasal dari juara Kejuaraan Nasional Taruna, peringkat nasional terbaik, serta atlet hasil pemantauan tim pemandu bakat yang memenuhi syarat administrasi dan verifikasi usia.

Melalui peraturan ini, PBSI berharap proses pembinaan dan rekrutmen atlet maupun pelatih dapat berjalan lebih transparan, objektif, dan profesional, dengan setiap keputusan didasarkan pada kinerja serta evaluasi yang terukur.

PBSI menargetkan kebijakan tersebut mampu meningkatkan konsistensi prestasi bulu tangkis Indonesia di tingkat Asia dan dunia, termasuk pada Kejuaraan Dunia, Piala Thomas dan Uber, serta Olimpiade Los Angeles 2028.