Padel Indonesia Tancap Gas: Sirnas 2026 Seri Jakarta Resmi Dimulai

Padel Indonesia Tancap Gas: Sirnas 2026 Seri Jakarta Resmi Dimulai

KABARINDO, JAKARTA — Perkumpulan Besar Padel Indonesia resmi membuka Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open 2026 seri pertama di Jakarta. Ajang pembuka musim ini berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di Bandeja Padel Arena, dan langsung mencatatkan sejarah dengan lonjakan partisipasi tertinggi sepanjang penyelenggaraan.

Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita menegaskan, Sirnas Jakarta 2026 memecahkan rekor dibanding tahun sebelumnya. Jumlah peserta meningkat lebih dari 100 orang, dengan partisipasi perempuan mendekati 30 persen, hingga panitia harus menggelar babak kualifikasi di dua lokasi.

“Sirnas Jakarta tahun ini benar-benar break record. Pesertanya melonjak signifikan dan partisipasi atlet perempuan juga meningkat tajam. Ini bukti animo masyarakat terhadap padel sudah luar biasa besar,” ujar Galih saat pembukaan, Jumat (13/2).

Galih menambahkan, Sirnas memiliki peran strategis sebagai fondasi sistem pembinaan dan penentuan peringkat nasional. Dari ajang inilah, PBPI melakukan seleksi objektif untuk memetakan talenta terbaik Tanah Air, sekaligus mempersiapkan agenda besar ke depan, mulai dari Kejurnas hingga kualifikasi kejuaraan dunia.

“Sirnas inilah yang menentukan ranking pemain Indonesia. Dari sini kami bisa melihat siapa saja atlet yang benar-benar siap melangkah ke level internasional,” katanya.

Hal istimewa lain pada Sirnas 2026 adalah dibukanya kategori usia dini. Untuk pertama kalinya, PBPI menggelar nomor nasional kelompok usia 14 dan 16 tahun, dengan melibatkan pengurus provinsi di seluruh Indonesia.

“Kami ingin pembinaan dimulai sejak dini. Ada 28 pasangan putra dan sejumlah pasangan putri di kategori usia 14 dan 16. Ini investasi penting menuju masa depan padel Indonesia, termasuk persiapan jika kelak dipertandingkan di Olimpiade,” tutur Galih.

Dukungan dari pemangku kepentingan olahraga nasional turut menguatkan optimisme tersebut. Perwakilan Komite Olimpiade Indonesia, Endri Erawan, menilai saat ini adalah momentum tepat bagi padel Indonesia untuk beralih dari olahraga rekreasi menuju prestasi.

“Padel Indonesia sudah saatnya berprestasi. Selama ini dikenal sebagai olahraga rekreasi, kini dengan PBPI fokus pembinaan, padel bersiap menjadi cabang kompetitif seperti olahraga lainnya. Jika benar dipertandingkan di Asian Games, harapannya Timnas Padel Indonesia bisa ambil bagian,” kata Endri.

Dari sisi pembinaan nasional, Komite Olahraga Nasional Indonesia menyoroti perkembangan pesat padel sebagai cabang olahraga muda yang agresif membangun ekosistem. Sekretaris Jenderal KONI Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS, menyebut padel sebagai salah satu cabor dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

“Padel memang cabor muda, tapi kegiatannya sangat aktif. Kini sudah berkembang di 22 pengurus provinsi, dipertandingkan secara ekshibisi di PON Sumut–Aceh, hingga tampil di Kejuaraan Asia di Doha dengan hasil yang membanggakan,” ujar Lukman.

Ia berharap, Sirnas Padel Open 2026 yang berlanjut di empat kota berikutnya dapat melahirkan atlet-atlet andalan Merah Putih untuk tampil di ajang internasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade jika nomor padel resmi dipertandingkan.

Dengan pecahnya rekor peserta, hadirnya kategori usia dini, serta dukungan kuat dari KOI dan KONI, Sirnas Padel 2026 seri Jakarta menjadi penanda kuat bahwa padel Indonesia tengah melaju dari tren rekreasi menuju panggung prestasi dunia.

Berikut Kategori yang Dipertandingkan:

Open Category (Pro Level): 
- Men's: 101 Pairs 
- ⁠women's: 28 Pairs

Youth Under 14: 
Boys: 24 Pairs
Girls: 4 Pairs

Youth Under 16: 
Boys: 28 Pairs
Girls: 4 Pairs