I.League Dampingi PSSI Penuhi Panggilan Kementerian HAM RI

I.League Dampingi PSSI Penuhi Panggilan Kementerian HAM RI

KABARINDO, JAKSRTA - Terkait Isu Rasisme dan Bullying atas tindak lanjut dari Aksi Masa dari Barisan Trobos Malut United Jabodetabek ( Batoma-Jabodetabek) atas tindakan rasisme yang dialami Sdr. Yakob Sayuri.

I.League turut mendampingi PSSI dalam memenuhi panggilan Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) terkait kasus rasisme dan bullying yang menimpa salah satu pemain sepak bola Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pengaduan Marsinah Kantor KemenHAM RI, Jakarta, tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dirjen Pelayanan & Kepatuhan HAM perwakilan PSSI, Komite Disiplin PSSI, dan I.League.

Dalam kesempatan tersebut, KemenHAM meminta penjelasan serta keterangan dari PSSI mengenai upaya yang telah dilakukan untuk menangani dan mencegah kasus rasisme serta bullying di lingkungan sepak bola. Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi I.League sebagai operator kompetisi untuk menyampaikan berbagai langkah preventif dan edukatif yang telah dijalankan sejak awal musim kompetisi.

Sejak awal musim, I.League secara aktif menginisiasi dan menjalankan kampanye Anti-Bullying & Anti-Racism melalui berbagai pendekatan, mulai dari kampanye di media sosial, pesan visual di lapangan pertandingan, hingga aktivitas on-ground. Selain itu, I.League juga menjalin kolaborasi strategis bersama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) guna memperluas jangkauan kampanye dan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan sepak bola terhadap pentingnya sportivitas dan sikap saling menghormati.

“Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit. Kami mengapresiasi komitmen PSSI & I.League dalam menjunjung nilai-nilai HAM dan berharap setiap pertandingan mencerminkan semangat tersebut. PSSI & I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan bullying,” ujar Yos Nggarang, Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM Menteri HAM.

Ke depan, KemenHAM RI mengajak PSSI dan I.League untuk bersama-sama memperkuat kampanye anti-rasisme dan anti-bullying dengan jangkauan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih mendalam. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan terjadinya kasus serupa serta membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan.