Dahsyat, Tumbuh 636,5 Persen Semen Hijau Dongkrak Kinerja CMNT

Dahsyat, Tumbuh 636,5 Persen Semen Hijau Dongkrak Kinerja CMNT
Dahsyat, Tumbuh 636,5 Persen Semen Hijau Dongkrak Kinerja CMNT

JAKARTA – Produsen semen Merah Putih PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) menunjukkan kinerja impresif. Perusahaan mendorong adopsi green cement melalui portofolio seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield, yang dirancang dengan jejak karbon lebih rendah sekaligus memberikan nilai tambah performa konstruksi.

Saat ini, porsi produk non-OPC dalam portofolio Semen Merah Putih telah mencapai 81 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang masih berada di kisaran 71 persen. Seluruh produk juga telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GBCI), dengan mayoritas berada pada peringkat Platinum.

Produk hydraulic cement, termasuk FLEXIPLUS, mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 636,5 persen pada 2025, dan ditargetkan tumbuh sekitar 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap material konstruksi berkelanjutan.

General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai bahwa transisi menuju material konstruksi berkelanjutan kini telah menjadi kebutuhan industri. “Kami melihat transisi menuju material konstruksi yang lebih berkelanjutan bukan lagi sebagai pilihan, tetapi kebutuhan industri. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami berkomitmen menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” jelas Oza dikutip.

Dengan kapasitas produksi nasional yang hanya terpakai sekitar 54 persen pada 2025 dan kondisi overcapacity mencapai lebih dari 56 juta ton, perseroan memilih jalur efisiensi energi, inovasi produk ramah lingkungan, serta penguatan ekosistem industri.

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menekankan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi bisnis. Sustainability ini diposisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini, sehingga diharapkan dapat memenangkan persaingan di industri.

“Di Semen Merah Putih, praktik sustainability itu dibagi dalam 4 pillar, process, product, people dan planet,” ujar Surindro dalam keterangannya.

Langkah ini terbukti menopang kinerja positif perusahaan dengan pertumbuhan sekitar 4,2 persen di area relevan sepanjang 2025, meski industri semen nasional masih mengalami penurunan permintaan.