Kasus Paspor Pemain Timnas Indonesia yang Berkarir di Belanda, Ketua BTN Angkat Bicara!
KABARINDO, JAKARTA — PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, angkat bicara terkait kasus paspor yang menimpa sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di kompetisi Belanda.
PSSI memastikan akan segera merilis pernyataan resmi guna menjelaskan duduk perkara yang tengah menjadi sorotan tersebut.
Sumardji pada Jumat (3/4/2026) belum memberikan penjelasan detail. Ia hanya menegaskan bahwa federasi sedang menyiapkan rilis resmi terkait kasus yang melibatkan beberapa pemain Garuda tersebut.
“Ya nanti akan saya rilis pernyataan resmi PSSI soal ini,” ujar Sumardji singkat.
Kasus ini mencuat setelah empat pemain Timnas Indonesia yang berkompetisi di Belanda masuk dalam daftar bermasalah terkait izin kerja yang dirilis otoritas imigrasi setempat.
Mereka adalah Dean James yang bermain untuk Go Ahead Eagles, Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).
Keempat pemain tersebut masuk dalam daftar 25 pemain yang diumumkan oleh Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda sebagai pihak yang diduga memiliki masalah administratif terkait izin kerja.
Dampaknya, mereka untuk sementara waktu tidak diperkenankan memperkuat klub masing-masing, termasuk mengikuti sesi latihan tim.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi karier para pemain, sekaligus berdampak pada performa klub yang mereka bela di kompetisi kasta tertinggi maupun divisi bawah Liga Belanda.
Sementara itu, tiga pemain Timnas Indonesia lainnya yang juga merumput di Belanda tidak terdampak kasus ini. Mereka adalah Maarten Paes yang memperkuat Ajax Amsterdam, Miliano Jonathans (Excelsior), serta Mees Hilgers (FC Twente).
Khusus untuk Maarten Paes, yang baru bergabung dengan Ajax pada paruh kedua musim, disebut-sebut lolos dari permasalahan ini berkat ketelitian administrasi klub dalam mengurus dokumen pemain.
Permasalahan ini diduga bermula dari laporan sebuah podcast sepak bola Belanda, De Derde Helft, yang menyoroti status izin kerja Dean James.
Dalam laporan tersebut, James disebut masih menggunakan status sebagai pemain lokal Belanda dalam kontraknya, yang dinilai melanggar regulasi kompetisi.
Informasi tersebut kemudian sampai ke manajemen NAC Breda. Klub tersebut selanjutnya melaporkan dugaan pelanggaran itu kepada operator kompetisi Eredivisie.
Dalam surat resminya, NAC Breda mempertanyakan keabsahan status Dean James saat tampil dalam pertandingan melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026.
Pada laga tersebut, NAC Breda harus menelan kekalahan telak 0-6, dengan James tampil sebagai starter di posisi bek kiri selama 75 menit sebelum digantikan.
Breda bahkan meminta agar pertandingan tersebut diulang apabila terbukti status James tidak sah. Sikap ini memicu reaksi dari klub lain, termasuk TOP Oss yang juga mengajukan keberatan atas hasil pertandingan melawan Willem II, klub yang diperkuat Nathan Tjoe-A-On.
TOP Oss sebelumnya kalah 1-3 dari Willem II pada 14 Maret 2026. Mereka mengajukan permintaan serupa, yakni pertandingan diulang jika ditemukan pelanggaran administrasi pemain.
Kasus ini pun berkembang menjadi isu yang lebih luas karena melibatkan lebih dari satu klub dan pemain. Operator liga serta otoritas terkait di Belanda kini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan validitas dokumen para pemain yang bersangkutan.
Di tengah berkembangnya kasus ini, Justin Hubner mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan yang menimpanya. Pernyataan itu disampaikannya usai memperkuat Timnas Indonesia dalam laga FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata Justin singkat.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan tampil bersama Fortuna Sittard dalam laga tandang menghadapi AZ Alkmaar pada Sabtu (4/4/2026), ia kembali mengaku belum mendapatkan kepastian.
“Saya tidak tahu apakah saya bisa bermain,” ujarnya.
Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa, khususnya di Belanda. Selain berdampak pada menit bermain di klub, kasus ini juga berpotensi memengaruhi kesiapan mereka dalam membela Timnas Indonesia di ajang internasional.
PSSI melalui BTN kini tengah memantau perkembangan kasus tersebut secara intensif. Federasi diharapkan dapat memberikan klarifikasi sekaligus langkah strategis untuk melindungi kepentingan pemain Indonesia di luar negeri.
Dalam waktu dekat, pernyataan resmi PSSI dinantikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya memberikan kejelasan atas kasus paspor yang tengah menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Foto: MAK
Comments ( 0 )