Revolusi Digital di Jalur Mudik, Travoy Membuat Perjalanan Pemudik Semakin Asyik dan Enjoy
REST AREA TRAVOY : Salah satu Rest Area Travoy di ruas Trans Jawa Solo-Ngawi. Keberadaan Rest Area dengan beragam fasilitas itu sangat membantu pemudik. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C).
_____
NGAWI – Hari sudah beranjak siang, lalu lintas pun semakin lengang. Sebuah mobil Sport Utility Vehicle (SUV) Toyota Fortuner tipe GR Sport berwarna hitam tampak melaju pelan memasuki Rest Area Travoy KM 519A ruas tol Trans Jawa Solo-Ngawi. Ibrahim Lagaligo (48), turun dari balik kemudi usai memarkir mobilnya dengan rapih. Pria yang bekerja di BUMN Energi itu hendak mudik ke kampung halamannya di Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur. “Kegiatan rutin setiap lebaran, saya mudik dua kali setahun. Terkadang lebih jika ada keperluan mendadak,”ujarnya saat ditemui Kabarindo.com, Selasa (17/3/2026) pekan lalu.
Ibrahim, melakukan perjalanan mudik bersama istri dan dua orang anaknya. Selain beristirahat, pria berkacamata itu memanfaatkan Rest Area Travoy KM 519 A untuk mengisi bahan bakar dan mengecek kondisi mobilnya. “Untuk perjalanan jauh saya terbiasa memantau kondisi ban. Di Rest Area Travoy ada pengisian nitrogen, jadi sekalian isi tekanan ban,”sebutnya.
Menurut dia, fasilitas yang dihadirkan Jasa Marga selama arus mudik dan balik meningkat setiap tahun. Dia memberikan contoh, flow menuju tempat parkir semakin tertata dengan banyaknya rambu-rambu petunjuk. “Petunjuk yang dipasang di dalam Rest Area membantu saya untuk langsung menuju lokasi parkir tanpa berputar-putar lagi,”katanya.

Berbekal aplikasi Travoy yang dia pasang di telepon pintarnya, Ibrahim mengaku sangat terbantu. Hal itu karena dia bisa memantau kondisi lalu lintas, jarak ke Rest Area, hingga kepadatan di Rest Area. Selain itu, tenant yang dihadirkan juga beragam, umumnya pelaku UMKM kuliner. “Semalam saya sahur di Rest Area Travoy di Jawa Tengah. Banyak pilihan makanan dari kalangan UMKM,”sebutnya. Banyaknya UMKM yang berkesempatan membuka kios di Rest Area, lanjut dia, tentunya memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. “Upaya ini tentu patut diapresiasi,”katanya.
Ibrahim mengatakan, mudik tahun ini dirasakannya sangat menyenangkan. ‘Karena saya tidak terjebak macet, ada Travoy sebagai panduan. Waktu tempuh dari Jakarta ke Semarang hanya lima jam. Masuk ruas Solo-Ngawi, tol sangat lengang,”ucapnya. Dia pun mengaku akan balik ke Jakarta pada 24 Maret 2026. “Untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Biasanya arus balik padat menjelang masuk kerja,”ucap pria yang bermukim di Sawangan, Depok itu.
Kenyamanan melintas ruas tol Trans Jawa juga dirasakan Eka Cahayani. Perempuan yang memiliki satu anak perempuan ini dua hingga kali dalam satu tahun melakukan perjalanan mudik ke Sidoarjo, Jawa Timur. “Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha saya pasti mudik. Terkadang liburan sekolah saya dan suami juga mengajak anak kami liburan ke Malang,”ungkapnya.
Mengendarai Hyundai Santa Fe berkelir hitam yang dikemudikan suaminya, Eka yang berprofesi sebagai konsultan keuangan itu merasakan kemudahan yang disodorkan Jasa Marga. “Yang paling saya apresiasi adalah kemudahan menemukan fasilitas di rest area. Meskipun ramai, petugas Jasa Marga sangat sigap mengatur parkir. Saya juga sempat menggunakan layanan BBM yang dikirim dengan motor saat indikator bensin mulai menipis sebelum sampai ke SPBU di Rest Area. Responnya cepat dan sangat menolong di tengah jalan tol,”katanya.
Dia pun merasa aman saat suaminya memutuskan untuk melakukan perjalanan di malam hari. “Penerangan jalan sangat baik, kondisi jalan pun mulus. Patroli petugas Jasa Marga sering kami temui di jalan. Jadi, kami merasa sangat aman meskipun melakukan perjalanan malam atau bahkan dini hari,”sebutnya.
Mudik, memang menjadi tradisi selama puluhan tahun di Indonesia. Tak heran jika setiap musim mudik Ramadan dan Idul Fitri mencatatkan rekor baru dalam jumlah pergerakan kendaraan di Tanah Air. Di tengah kepadatan lalu lintas mobil yang luar biasa, pada arus Mudik 2026 kali ini, teknologi menjadi pembeda utama antara perjalanan yang melelahkan dengan perjalanan yang terencana dan menyenangkan seperti yang dirasakan Ibrahim dan Ika. Aplikasi Travoy akronim dari Travel with Comfort and Joy milik Jasa Marga kini telah berevolusi menjadi ekosistem digital yang tak terpisahkan bagi jutaan pemudik, dan mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan BUMN pengelola jalan tol itu.
Berbeda dengan aplikasi peta umum, Travoy memiliki keunggulan pada akurasi data internal. Karena dikelola langsung oleh Jasa Marga, informasi yang disajikan memiliki tingkat presisi yang sangat tinggi. Travoy tidak hanya menebak kepadatan berdasarkan pergerakan GPS pengguna, namun juga mengintegrasikan sensor beban jalan, data gerbang tol, dan pengamatan visual dari ribuan titik kamera.
Aplikasi Travoy terbaru yang didesain sebagai Super Apps, membawa sejumlah fitur kunci yang didesain khusus untuk ketahanan berkendara jarak jauh. Diantaranya, CCTV Real-Time 24 jam, dengan akses ke ribuan kamera pengawas di sepanjang rute Trans Jawa. Pengguna dapat melihat langsung kondisi fisik jalanan sebelum memutuskan untuk keluar di gerbang tol tertentu.
Travoy juga memikiki fitur Smart Rest Area yang menunjukkan kapasitas parkir secara real-time. Jika Rest Area di suatu lokasi penuh, aplikasi akan memberikan notifikasi agar pengguna melaju ke Rest Area berikutnya. Hal ini untuk menghindari penumpukan di bahu jalan.
Aplikasi Travoy juga menghadirkan fitur Tarif Tol & Cek Saldo yang menjadi solusi pemudik saat kekurangan saldo di gerbang tol yang sering menjadi penyebab antrean panjang. Untuk pengguna jalan tol yang mengalami kendala, ada fitur Pesan Derek dan Bantuan Medis. Cukup satu klik, posisi GPS kendaraan akan terkirim ke pusat komando Jasa Marga. Sehingga pengguna jalan tol yang mengalami masalah akan cepat ditangani oleh petugas Jasa Marga.
“Tahun ini mudik ke Pandaan terasa jauh lebih tenang. Biasanya saya stres menebak-nebak apakah rest area di depan penuh atau tidak. Lewat fitur Smart Rest Area di Travoy, saya sudah tahu dari lima kilometer sebelumnya kalau parkiran penuh, jadi saya bisa atur strategi untuk melanjutkan ke Rest Area di depannya,”ungkap Fajar Kurniawan (48), yang melakukan perjalanan mudik ke Kutisari, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C
___
Pria yang bermukim di Larangan Indah, Ciledug, Tangerang ini mengaku memanfaatkan fitur Live CCTV di aplikasi Travoy di telepon pintarnya. “ Saya bisa cek live stream di aplikasi.Jika terjadi kepadatan, langsung terlihat. Sehingga saya bisa memutuskan mencari Rest Area atau melanjutkan perjalanan,”paparnya.
Yang membuat Fajar terkesan, bagi pemilik kendaraan listrik seperti dirinya, fitur pemetaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di dalam Travoy menjadi penyelamat. Dia bisa memantau apakah charger sedang digunakan atau tersedia, sehingga kekhawatiran akan kehabisan daya di tengah tol dapat diminimalisir. “Sejak tahun lalu saya mudik menggunakan mobil listrik. Sekarang jumlah SPKLU di Rest Area Travoy semakin banyak, itu yang membuat saya semakin tenang melakukan perjalanan dengan mobil listrik,”tutupnya.

Fasilitas Unggulan Jasa Marga di Trans Jawa
PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus berinovasi untuk memberikan pelayanan prima bagi pengguna jalan. Di tahun 2026 ini, beberapa fasilitas dan layanan kunci menjadi faktor penentu kelancaran arus mudik dan arus balik.
Jasa Marga mengoperasikan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang didukung oleh Intelligent Transport System (ITS). Teknologi ini memiliki akurasi prediksi lalu lintas hingga 98%. Informasi ini disalurkan secara langsung melalui aplikasi Travoy, yang memungkinkan pemudik memantau lebih dari 1.000 titik CCTV secara real-time.
Rest area di ruas Trans Jawa kini bukan sekadar tempat istirahat bagi pemudik. Namun, bertransformasi sebagai tempat memenuhi beragam kebutuhan pemudik. Beberapa fasilitas yang disiagakan meliputi BBM Modular dan Charging Station (SPKLU) dengan penambahan titik pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik yang jumlahnya meningkat signifikan tahun ini. “Fasilitas charging station banyak digunakan oleh pemudik. Di semua Rest Area Travoy tersedia,”ungkap Anang, petugas Jasa Marga Rest Area Travoy KM 519A kepada Kabarindo.com.
Rest Area Travoy, lanjut dia, selain dimanfaatkan untuk istirahat, juga digunakan oleh pemudik untuk melakukan perawatan kendaraan. “Banyak pemudik yang melakukan ganti oli,”ucapnya.
Di Rest Area Travoy, beberapa perusahaan swasta dan BUMN menghadirkan beragam layanan. Salah satunya pengecekan kendaraan dan penggantian oli. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pemudik, Jasa Marga memasang CCTV di banyak titik Rest Area. “Disini lebih dari 18 titik CCTV. Petugas keamanan kami juga siaga selama 24 jam non stop,”imbuh Warsito, rekan kerja Anang di Rest Area Travoy KM 519 A.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Terus memperkuat transformasi layanan berbasis digital guna meningkatkan kualitas pengalaman berkendara bagi pengguna jalan tol. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Aplikasi Travoy yang hadir sebagai ekosistem digital informasi jalan tol terintegrasi dan dapat diakses secara real time.

Sebelumnya, Travoy telah menyediakan berbagai layanan informasi bagi pengguna jalan tol, antara lain akses pantauan lebih dari 3.500 kamera CCTV secara langsung, informasi tarif tol, Traffic Info yang memuat kondisi lalu lintas terkini termasuk kejadian kecelakaan, informasi rest area, layanan derek online (towing), serta resi digital sebagai solusi ramah lingkungan yang memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi di jalan tol.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, Jasa Marga melakukan pembaruan pada Aplikasi Travoy versi Android 4.9.2 dan versi iOS dengan menghadirkan berbagai inovasi fitur yang semakin memperkaya layanan digital bagi pengguna jalan tol sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan.
“Melalui pembaruan ini, Travoy kini dilengkapi Travoy GO sebagai layanan transaksi tol nirsentuh yang tersedia pada 100 titik di ruas Jabodetabek dan Bali dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran tol secara lebih praktis dan efisien,”tegasnya.
Selain itu, ada fitur Travoy Pay yang menghadirkan layanan transaksi multibiller termasuk fasilitas top up saldo kartu uang elektronik secara cepat dan mudah melalui aplikasi. Selain itu, Travoy juga menghadirkan fitur Map sebagai peta digital yang menampilkan berbagai informasi penting di sepanjang jaringan jalan tol, mulai dari jalur pemeliharaan, gangguan lalu lintas, hingga rekayasa lalu lintas yang sedang berlangsung.
Pembaruan aplikasi ini juga dilengkapi berbagai fitur pendukung untuk memperkaya pengalaman pengguna, seperti Travoy Event yang memungkinkan pengguna melakukan registrasi maupun check-in pada berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Jasa Marga Group, fitur Red Zone yang memberikan informasi titik rawan kecelakaan untuk meningkatkan kewaspadaan berkendara, serta framing CCTV pada menu Traffic Info yang memungkinkan tampilan kamera pemantau menyesuaikan secara otomatis dengan event atau momen tertentu seperti jika terdapat rekayasa lalulintas atau gangguan lalulintas.
Travoy juga menghadirkan kemudahan dalam menemukan fasilitas pendukung perjalanan melalui fitur SPBU untuk pencarian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan fitur SPKLU sebagai informasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) beserta status ketersediaannya, serta fitur Route Finder yang membantu pengguna merencanakan dan mendapatkan beberapa alternatif rute perjalanan di jaringan jalan tol, serta mengetahui informasi estimasi tarif tol dan kecepatan perjalanan.
Travoy juga menghadirkan fitur Radio Travoy FM yang memberikan kemudahan bagi pengguna jalan untuk memperoleh informasi terkini yang disiarkan melalui streaming digital radio secara langsung melalui aplikasi Travoy. Fitur ini dilengkapi dengan floating button yang memungkinkan pengguna mengakses siaran radio secara cepat tanpa mengganggu penggunaan fitur lainnya pada aplikasi.
“Selain itu, pembaruan aplikasi Travoy juga dilengkapi dengan kanal layanan pelanggan yang semakin terintegrasi, melalui Call Center 133 serta fitur Chat Us yang memudahkan pengguna jalan dalam memperoleh bantuan dan informasi layanan operasional selama 24 jam,” jelas Rivan.

Terkait lalu lintas arus mudik dan balik, Rivan menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H-10 hingga H+4 libur Idulfitri 1447H/2026 atau pada periode 11-25 Maret 2026 mencapai 2.165.081 kendaraan. Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak).
Rivan mengatakan, sebanyak 2,1 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tersebut merupakan 63,79% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026.
“Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30% yang berlaku di 9 ruas strategis Jasa Marga Group. Program tersebut kembali diberlakukan hari ini pada 26 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026 dengan skema perjalanan menerus, sehingga diharapkan dapat mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata,” ujar Rivan.
Rivan juga mengingatkan pengemudi dengan kendaraan sumbu tiga atau lebih dapat mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kakorlantas Polri dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Tanggal 5 Februari 2026 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447H terkait pembatasan operasional kendaraan barang, termasuk tidak melintas pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu pada periode 13-29 Maret 2026.
Rivan mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk silaturahmi maupun kembali ke wilayah Jabotabek melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik. Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta selalu disiplin dalam ketentuan berkendara di jalan tol. Gunakan waktu dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan yang lain.

Kelancaran mudik 2026 membuktikan bahwa integrasi teknologi dan kesigapan petugas di lapangan mampu mengubah perjalanan melelahkan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi keluarga.
Aplikasi Travoy telah membuktikan bahwa kenyamanan mudik bukan hanya soal infrastruktur fisik yang mulus, tetapi juga tentang kemudahan akses informasi. Dengan integrasi fitur yang cerdas dan data yang valid, Travoy berhasil menjadikan tradisi mudik 2026 sebagai perjalanan yang lebih manusiawi, aman, dan penuh kegembiraan.
Comments ( 0 )