Koalisi Investor Global–Lokal Perkuat CAEX, Vietnam Kian Dekat ke Era Bursa Kripto Resmi

Koalisi Investor Global–Lokal Perkuat CAEX, Vietnam Kian Dekat ke Era Bursa Kripto Resmi

KABARINDO, JAKARTA – Lanskap ekonomi digital Asia Tenggara kembali bergerak dinamis. OKX Ventures dan HashKey Capital resmi menanamkan investasi strategis di Vietnam Prosperity Crypto Asset Exchange Joint Stock Company (CAEX), menandai langkah penting dalam pembentukan bursa kripto teregulasi pertama di Vietnam.

Investasi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari upaya memenuhi ambang batas modal minimum sebesar VND 10 triliun—setara sekitar US$380 juta—yang menjadi syarat utama dalam program pilot perdagangan aset kripto nasional yang tengah digagas pemerintah Vietnam. Dengan masuknya dua pemain global tersebut, CAEX kini berdiri di atas fondasi kolaborasi antara kekuatan domestik dan kapabilitas internasional.

Sejak awal, CAEX telah didukung oleh VPBank Securities dan LynkiD sebagai pemegang saham pendiri. Keduanya menghadirkan keunggulan dalam aspek keuangan, tata kelola, hingga infrastruktur teknologi—mulai dari sistem identitas digital hingga pengalaman pengguna yang terintegrasi. Masuknya OKX Ventures dan HashKey Capital melengkapi ekosistem tersebut dengan keahlian global dalam likuiditas, keamanan siber, serta kerangka kepatuhan yang selaras standar internasional.

Struktur kepemilikan CAEX sendiri dirancang mengikuti ketentuan ketat pemerintah Vietnam, di mana sedikitnya 65 persen modal harus berasal dari investor institusional, sementara kepemilikan asing dibatasi maksimal 49 persen. Skema ini mencerminkan pendekatan hati-hati pemerintah dalam membuka ruang inovasi tanpa mengabaikan stabilitas sistem keuangan.

Langkah ini berlangsung di tengah pesatnya pertumbuhan pasar aset digital Vietnam. Berdasarkan laporan Chainalysis, Vietnam menempati peringkat keempat dunia dalam indeks adopsi kripto global 2025.

Dengan lebih dari 20 juta pengguna—sekitar seperlima populasi—dan nilai transaksi mencapai US$220 miliar dalam satu tahun terakhir, negara ini menjelma menjadi salah satu pusat pertumbuhan kripto paling agresif di Asia.

Chairman dan CEO CAEX, Nguyen Hong Trung, menegaskan bahwa kemitraan ini akan membuka akses terhadap teknologi dan standar operasional kelas dunia. Ia menyebut CAEX berkomitmen membangun platform perdagangan yang transparan, aman, dan inklusif, sekaligus menjadi gerbang baru bagi investor dalam menjelajahi ekonomi aset digital.

Senada, Vice President OKX Global Markets, Netero Dai, melihat Vietnam sebagai pasar dengan fondasi kuat—baik dari sisi adopsi pengguna maupun arah regulasi yang semakin jelas. Sementara itu, CEO HashKey Exchange Business Group, Ru Haiyang, menilai kolaborasi ini sebagai peluang membangun ekosistem kripto yang berkelanjutan, berbasis kepercayaan dan kepatuhan jangka panjang.

Lebih jauh, investasi ini mencerminkan strategi ekspansi regional yang lebih luas. Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi pasar kunci dengan tingkat adopsi kripto yang terus meningkat. Kehadiran pemain global di Vietnam diperkirakan akan memberikan efek limpahan (spillover effect) terhadap kepercayaan investor dan percepatan regulasi di kawasan.

Di sisi lain, langkah HashKey memperluas penetrasi pasarnya juga diperkuat oleh keberhasilan penggalangan dana melalui IPO di Bursa Efek Hong Kong pada akhir 2025—sebuah tonggak penting bagi industri kripto yang semakin diterima dalam sistem keuangan formal.

Dengan kombinasi modal besar, disiplin regulasi, dan sinergi lintas negara, CAEX kini berada di jalur strategis untuk menjadi pionir dalam perdagangan aset digital yang teregulasi di Vietnam.

Lebih dari sekadar proyek bisnis, inisiatif ini menjadi simbol transformasi ekonomi—di mana inovasi dan kepatuhan berjalan beriringan, membuka babak baru bagi industri kripto di Asia.