OJK Gebrak Pasar Modal, Terapkan 8 Rencana Aksi Gaet Investor Asing

OJK Gebrak Pasar Modal, Terapkan 8 Rencana Aksi Gaet Investor Asing
OJK Gebrak Pasar Modal, Terapkan 8 Rencana Aksi Gaet Investor Asing

Rapat OJK, Danantara dan BEI membahas kebijakan baru pasar modal. (FOTO : ISTIMEWA).

_______

 

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah dan Self-Regulatory Organization (SRO) resmi meluncurkan reformasi besar-besaran di pasar modal Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, dan menyelaraskan bursa domestik dengan standar global (best practices).

​Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms. "Tujuan kami adalah menjadikan pasar modal Indonesia semakin kredibel dan investable guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Friderica di Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (4/2/2026).

Salah satu poin paling krusial dalam reformasi ini adalah kenaikan batas minimum free float emiten menjadi 15%, naik dua kali lipat dari ketentuan saat ini (7,5%). Rmiten Baru langsung wajib 15%. Emiten Lama diberikan masa transisi untuk menyesuaikan melalui rights issue atau aksi korporasi lainnya.

​Reformasi ini mencakup empat klaster utama: Kebijakan Free Float, Transparansi (termasuk pengungkapan Ultimate Beneficial Owner), Tata Kelola (Enforcement), dan Sinergitas antar-lembaga.

Hasan Fawzi (Pjs. KE Pengawas Pasar Modal OJK) menekankan perlindungan terhadap investor ritel. "OJK hadir untuk memastikan pasar tumbuh sehat, berintegritas, dan bertindak nyata menjaga kepercayaan publik,"katanya.

Melalui langkah ini, OJK juga memperketat sanksi terhadap manipulasi transaksi dan penyebaran informasi menyesatkan yang merugikan investor kecil.

Kebijakan OJK menaikkan batas minimum free float (saham publik) menjadi 15% dari sebelumnya 7,5% diprediksi akan mengubah peta kekuatan pasar modal Indonesia. Berikut adalah tiga dampak utamanya:

​Likuiditas Pasar Meningkat Tajam

Dengan jumlah saham yang beredar di masyarakat lebih banyak, transaksi harian diharapkan menjadi lebih aktif. Investor besar maupun ritel akan lebih mudah masuk dan keluar dari suatu saham tanpa menyebabkan volatilitas harga yang ekstrem.

​Daya Tarik bagi Investor Global (MSCI & FTSE)

Indeks global seperti MSCI seringkali memberikan bobot lebih besar pada bursa dengan free float tinggi. Langkah OJK ini merupakan "karpet merah" bagi manajer investasi asing untuk mengalirkan dana lebih besar ke Indonesia, yang pada gilirannya dapat mengerek indeks IHSG.

​Transparansi dan Perlindungan Ritel

Kewajiban emiten untuk melepas lebih banyak saham ke publik mendorong keterbukaan informasi yang lebih ketat. Hal ini meminimalisir risiko "saham gorengan" atau manipulasi pasar oleh segelintir pemegang saham pengendali, menciptakan ekosistem yang lebih adil bagi investor kecil.

"Kami akan meningkatkan disclosure agar bobot Indonesia di konstituen global bertambah dan menarik lebih banyak asing,"tutup Plt. Dirut BEI Jeffrey Hendrik.